3 Doa 3 Cinta: Toleransi dari Pesantren PDF Cetak E-mail
Resensi
Jumat, 01 Mei 2009 19:54


Film 3 Doa 3 Cinta produksi Nan Ahnas dan disutradari oleh Nurman Hakim ini bercerita tentang tiga sahabat, Huda, Rian dan Syahid, tiga remaja yang tinggal di pesantren di sebuah kota kecil yang terletak di daerah Jawa Tengah. Mereka punya rencana dalam hidup mereka masing-masing setelah lulus dari pesantren dan SMA sebulan lagi. Mereka memiliki sebuah lokasi rahasia, sebuah dinding tua di belakang pesantren, di mana mereka menulis harapan-harapan mereka di dinding. Hingga sebuah situasi merubah hidup mereka. 

Kehadiran 3 sosok santri yang mempunyai watak yang berbeda membuat film ini menarik untuk ditonton.  Suasana pesantren klasik yang pengambilan gambarnya dilakukan di Pesantren Pabelan menarik memori mayoritas masyarakat muslim di Indonesia yang menjadikan pesantren sebagai pusat pendidikan Islam. Filem ini telah mempertemukan dua bintang muda berbakat Nicholas Saputra dan Dian Sastrowardoyo setelah debut awal mereka di Ada Apa dengan Cinta (AADC). Dona Satelit (Dian Sastro), seorang penyanyi dangdut keliling, yang membantu Huda menemukan ibunya di Jakarta. Pertemuan mereka sering terjadi di pekuburan, di mana Dona Satelit berziarah di makam ibunya. Peristiwa demi peristiwa kemudian terjadi dan mengubah jalan hidup mereka.

Huda (Nicholas Saputra), adalah santri yang patuh pada gurunya, Kyai Wahab yang telah mengasuhnya sejak ibu kandungnya meninggalkannya begitu saja di pesantren itu. Huda mulai merencanakan hidupnya di luar pesantren nanti. Yaitu mencari ibunya yang kabarnya berada di suatu tempat di Jakarta. Huda bertemu dengan Dona Satelit (Dian Sastrowardoyo) seorang penyanyi dangdut pemula yang sangat seksi ketika di panggung dan terobsesi menjadi bintang terkenal di Jakarta.

Rian (Yoga Pratama) santri dari suatu kota besar. Dia mendapatkan sebuah kado handycam dari ibunya pada saat ulang tahunnya. Rian seolah melihat dunia baru dari balik viewfinder, ia asyik merekam berbagai peristiwa yang ada di lingkunganya. Rombongan pasar malam terutama layar tancap yang kebetulan sedang singgah di desa itu membuat Rian semakin obsesif terhadap kamera.

Syahid (Yoga Bagus), berasal dari keluarga miskin. Karena situasi sosial dan psikologis dirinya, membuat Syahid tergabung dalam kelompok islam garis keras yang berada di luar pesantren. Terlebih ketika sawah milik orang tua Syahid dibeli paksa oleh sebuah perusahaan ternama milik Amerika untuk dijadikan pabrik. Syahid merencanakan sesuatu yang besar dalam hidupnya yang akan memberikan dampak bagi kedua temannya

Beberapa penghargaan disabet oleh Film "3Doa3Cinta" ini. Misalnya film ini berhasil lolos dalam Official Selection di Pusan International Film Festival di Korea, artinya "3Doa3Cinta" akan mendapat kehormatan untuk ditayangkan perdana atau world premier di Korea pada bulan Oktober 2008. Skenario film ini berhasil mendapatkan script development grant dari Global Film Initiative di San Francisco, Amerika Serikat; Goteborg International Film Festival Fund dari Swedia dan Fond Sud Cinema dari Perancis.

"3Doa3Cinta adalah potret suka duka kehidupan di sebuah pesantren yang diwarnai dengan persahabatan, cinta, ibadah dan nilai kemanusian. Di film ini kita bisa lihat bagaimana Nicholas Saputra begitu menjiwai perannya sebagai seorang santri yang jatuh hati dengan penyanyi dangdut keliling, yang diperankan dengan sangat apik oleh Dian Sastro yang juga melantunkan 2 lagu dangdut di film ini. " demikian disampaikan oleh Adiyanto Sumarjono, produser film.

"Pesan utama dari "3Doa3Cinta" adalah kedamaian dan cinta mengalahkan segala bentuk kekerasan dan kebencian." demikian tutur Nurman Hakim, sutradara sekaligus penulis film ini. Lebih lanjut, Hakim mengatakan bahwa film yang pengambilan gambarnya dilakukan di Yogyakarta, Magelang dan Jakarta ini, "3Doa3Cinta adalah film yang bercerita tentang proses pendewasaan atau "coming of age" santri yang dididik secara Islam dalam memahami kehidupan di luar pesantren".

"Saya mau berbicara tentang dunia pesantren di Indonesia yang penuh cinta dan kedamaian. Di sini saya mencoba ingin menepis anggapan bahwa pesantren itu tempatnya orang-orang yang radikal, dalam film ini ini kita dapat melihat potret kehidupan di pesantren yang diwarnai dengan persahabatan, cinta, ibadah, dan nilai kemanusiaan. Itulah yang diungkapkan penulis dan sutradara Nurman Hakim yang merupakan sebuah film layar lebar perdananya. Lebih lanjut, Hakim mengatakan bahwa film yang pengambilan gambarnya dilakukan di Yogyakarta, Magelang dan Jakarta ini, adalah film yang bercerita tentang proses pendewasaan atau coming of age santri yang dididik secara Islam dalam memahami kehidupan di luar pesantren".

3Doa3Cinta merupakan produksi TriXimages dan Investasi Film Indonesia (IFI). TriXimages telah memproduksi antara lain "Bendera" dan terakhir "The Photograph" di tahun 2007. IFI sendiri telah memproduksi Coklat Stroberi (2007), Radit dan Jani (2008) dan terakhir Coblos Cinta (2008).

3 Doa 3 Cinta adalah potret suka duka kehidupan di sebuah pesantren yang diwarnai dengan persahabatan, cinta, ibadah dan nilai kemanusian. Di film ini kita bisa lihat bagaimana Nicholas Saputra begitu menjiwai perannya sebagai seorang santri yang jatuh hati dengan penyanyi dangdut keliling, yang diperankan dengan sangat apik oleh Dian Sastro yang juga melantunkan dua lagu dangdut di film ini. " demikian disampaikan oleh Adiyanto Sumarjono, produser film.

"Ketika pertama kali ditawarin main di film ini, aku nggak nyangka dan langsung tertarik karena perannya beda. Aku ditawarin untuk jadi penyayi dangdut kampung, Aku langsung setuju dan berusaha keras, "iya jadi buat mendalami peran aku disini, setiap hari aku dengerin lagu-lagu dangdut, aku juga belajar joget dangdut. Aku dengerin semua lagu dangdut diantaranya pemenang-pemenang KDI lalu itu semua aku dengerin, kemudian setiap hari aku dengerin lagunya Ike Nurjanah dan Iyet Bustami", ujar Dian.

Proses produksi film ini sendiri dilakukan selama 16 hari selama bulan April - Mei. Didukung oleh pemain yang sudah dikenal oleh penonton Indonesia, yaitu Butet Kertaredjasa dan Jajang C Noer. Sementara dari balik layar, film ini didukung tenaga-tenaga profesional yang kualitasnya sudah tidak perlu dipertanyakan lagi, seperti sinematografer Agni Ariatama, penata artistik TJ Yoewono, editor Sastha Sunu dan penata musik Djaduk Ferianto.

Film yang penggarapan skenarionya memakan waktu lebih dari 3 tahun dan telah diputar mulai tanggal 18 Desember 2008 serentak di bioskop seluruh Indonesia ini memang layak untuk ditonton. Di sinilah film yang dapat dikategorikan Islami, dan mengajarkan toleransi, di mana Romo Yai yang memimpin pesantren, menafsirkan ayat dalam Al-Qur'an dengan cara yang damai. Ayat yang bisa ditafsirkan untuk melakukan tindak kekerasan, diajarkan kepada santrinya untuk saling memahami antar umat beragama. Kekerasan dan terorisme untuk memperjuangkan Islam dikritik dalam film ini, sebagai tindak yang tidak Islami. Maka layaklah film ini sebagai film yang mengajarkan toleransi, dan layak untuk ditonton seluruh masyarakat Indonesia. Selamat menonton.

(tim adangdaradjatun.com/dari berbagai sumber)


AddThis
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
Masukkan Kode Anti-Spam yang ada pada Gambar di Atas Pada Kolom Kosong Di Sampingnya

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 

Perspektif

Pendekatan Holistik RUU Keimigrasian

Kamis, 22 Juli 2010

Arya Sandhiyudha As Master dalam bidang Strategic Studies dan penerima Certificate in Terrorism Studies dari S. Rajaratnam School of International Studies   Dewan...

Oprah, Akhir Sebuah Era?

Senin, 23 November 2009

News image

By Kevin ConollyKetika kebanyakan perusahaan Amerika mengumumkan rencana bisnis yang baru, biasanya pengumuman itu hanya disampaikan lewat sebuah pernyataan di bursa Wall Street atau dalam pertemuan dengan beberapa orang analis ...

Ubi Cilembu Potensi Pangan Lokal yang Populer di Pasar Internasional

Minggu, 22 November 2009

News image

Ubi jalar dikenal dengan nama ketela rambat, huwi boled (Sunda), tela rambat (Jawa), sweetpotato (Inggris), dan shoyo (Jepang) merupakan sumber karbohidrat yang cukup penting dalam sistem ketahanan pangan ki...

Kiamat "2012" (Hanya) di Film

Senin, 16 November 2009

News image

Kiamat itu sudah dekat? Apa jadinya bila bumi yang selama ini kita pijak tiba-tiba amblas dan hilang tertelan air laut? Mulai dari rumor sampai data-data ilmiah sert...

Budaya Air di Sunda

Sabtu, 14 November 2009

Oleh Jakob Sumardjo ...

Tentang Gempa di Masa Islam

Rabu, 11 November 2009

News image

Arsitek-arsitek di masa Islam, juga telah membuat bangunan-bangunan tahan gempa.Fenomena alam berupa gempa bumi, sejak awal menjadi kajian ilmuwan Muslim. Al-Kindi, misalnya, yang merupakan ahli matematika, fisika, dan astronomi, membuat ...

Serigala Terakhir, Konflik untuk Pendewasaan Masyarakat

Kamis, 5 November 2009

News image

Di sebuah pinggiran Jakarta dengan sekelompok remaja laki-laki tumbuh dan menjalin persahabatan yang kuat. Mereka adalah Ale [Fathir Muchtar], Jarot [Vino G. Bastian], Lukman [Dion Wiyoko], Sadat [Ali Syakieb], dan ...

Film Epik Nabi Muhammad Akan Dibuat

Selasa, 3 November 2009

News image

DOHA - Sebuah film epik tentang Nabi Muhammad akan segera dibuat. Tak tanggung-tanggung, rencananya film yang ditujukan untuk memberikan pemahaman kepada publik tentang arti sebenarnya Islam itu akan diproduseri oleh ...

Membedah Kisah Banjir Besar Zaman Nabi Nuh

Sabtu, 31 Oktober 2009

Peristiwa banjir besar itu diperkirakan terjadi sekitar 6.000 tahun yang lalu.Membaca kisah Nabi Nuh AS yang terdapat dalam Alquran, Injil (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru), ataupun buku-buku yang membahas seputar ...

Memberdayakan Pendidikan Seni Sunda

Rabu, 28 Oktober 2009

Oleh Djasepudin Rasa cinta dalam memelihara seni, sastra, dan budaya Sunda bisa diungkapkan dengan beragam cara. Untuk para seniman, tentu cara yang paling merenah adalah berkesinambungan dalam mencipta dan menampilkan ...

Emak Ingin Naik Haji

Rabu, 28 Oktober 2009

News image

Jika tak ada aral, November mendatang satu lagi karya film berbalut tema religi menyerbu bioskop. Film berjudul Emak Ingin Naik Haji ini nantinya akan menjadi film yang akan menambah semar...

Islam dalam Pandangan Barat

Selasa, 27 Oktober 2009

Nikolaos van Dam(Duta Besar Belanda untuk Indonesia)Banyak orang Barat belum pernah menapakkan kaki di negeri Arab atau dunia Islam, tetapi mereka mendapat kesan tentang Islam dan Muslim melalui media masa ...

Optimisme Generasi Muda

Selasa, 27 Oktober 2009

Oleh Azyumardi AzraHari-hari ini, seputar peringatan 81 tahun Sumpah Pemuda, banyak kalangan generasi lebih senior gelisah. Kegelisahan itu tecermin dari berbagai konvensi, seminar, dan diskusi yang kebetulan saya terlibat sebagai ...

Membangun Kembali Nasionalisme Kaum Muda

Selasa, 27 Oktober 2009

Muhammadun AS(Peneliti Cepdes Jakarta)Hai pemuda dan pemudi, engkau pembina hari kemudian. Orang mengatakan bahwa engkau itu adalah pupuk hari kemudian. Jangan terima! Kita ini bukan sekadar pupuk. Kami lebih dari ...

Ruma Maida: Perjuangan Mendidik Anak Jalanan

Senin, 26 Oktober 2009

News image

Cerita bermuara pada perjuangan Maida.Ia ingin mempertahankan rumah tua tempatnya mendidik anak-anak jalanan di ibukota. Di film, Maida digambarkan sebagai gadis kikuk yang idealis. Bertah...