Kalau cinta Jangan Cengeng: Say No to Drug PDF Cetak E-mail
Resensi
Minggu, 12 April 2009 13:10


 

Film ini bermula dari Boy (Ringgo Agus Rahman) yang menjadi seorang aktor terkenal. Suatu hari selesai berpesta (masih dalam keadaan setengah mabok), mobil yang dikendarai Boy bersama Ahmad (Dwi Sasono), manajernya, mengalami kecelakaan yang menewaskan sepasang suami istri dan mencederai Yani (Marshanda), anak perempuan pasangan itu. Sejak peristiwa itu Boy mulai berubah. Dia mulai menjauhi gaya hidup berfoya-foya dan menjadi Duta Anti Narkoba.

Ketika memberi ceramah di sebuah Panti Rehabilitasi, Boy bertemu Yani, seorang junkies yang ternyata anak pasangan yang ditabrak Boy 5 tahun yang lalu. Boy mengenali Yani dari kalung yang dipakainya. Tadinya Yani adalah sosok cewek cantik yang baik, santun dan ceria, tapi sejak kedua orangtuanya meninggal, Yani berubah menjadi muram dan berteman akrab dengan narkoba. Boy merasa sangat bersalah pada Yani dan berniat menebus kesalahannya dengan membantu Yani sembuh dari narkoba.

Yani memiliki sahabat dekat seorang bandar bernama Felix (Vincent). Suatu hari, Yani kabur bersama Felix dari panti dan mulai menggunakan narkoba lagi. Boy lalu mencari Yani dan membawa Yani pulang ke rumahnya. Awalnya Yani bingung dengan kebaikan dan kepedulian Boy padanya, tapi Boy berusaha menjelaskan, kalo niatnya cuma ingin menolong. Yani pun setuju tinggal di rumah Boy. Luna (Sigi Wimala), pacar Boy, marah besar waktu tahu Boy mengajak Yani tinggal di rumahnya, tapi Boy tidak peduli. Niatnya sudah bulat untuk membantu Yani.

Sering ketemu setiap hari membuat hubungan Yani dan Boy semakin dekat. Yani yang tadinya gak punya tujuan dan harapan hidup pelan-pelan mulai percaya akan adanya cinta dan harapan. Sampe suatu hari Ahmad, yang baru saja selesai menjalani hukuman (karena nabrak), datang ke rumah Boy dan mengatakan pada Yani kalo dia dan Boy-lah yang dulu menabrak orangtuanya. Yani marah besar pada Boy dan dia pun kabur.

Puncak konflik terjadi beberapa kali dalam film ini. Misalnya ketika adegan Yani Menikam dada Boy, karena kemarahan yang memuncak setelah tahu bahwa Boy lah yang menabrak kedua orang tua Yani. Tapi di sinilah puncak, ketika kemarahan, dendam, rasa kasihan, balas budi, semuanya bercampur aduk menjadi satu. Ada dilema di dalam hati Yani, bahwa Boy yang selama ini menghancurkan hidupnya, dia juga yang telah membangkitkannya dari keterpurukan dunia narkoba.

Yani yang diakhir cerita ternyata positif HIV, tetap merasa bahagia dengan pekerjaannya sebagai pemberi penyuluhan di pusat rehabilitasi narkoba. Dia berbahagia bersama Boy yang akhirnya mengikutinya ke luar jawa, tempat Yani bekerja di pusat rehabilitasi. Dengan masih menggenggam harapan seperti kalung Yani yang mempunyai simbol ikan lumba-lumba.

Dibalik Layar

Kalau Cinta Jangan Cengeng merupakan film drama pertama yang dibuat Monty Tiwa, film drama pertama yang dibintangi Ringgo dan film pertama buat Marshanda. Di film ini kalian akan melihat peran Marshanda dan Ringgo yang beda jauh dari sebelumnya. Kalo biasanya Marshanda selalu dapet peran cewek baik-baik yang hidupnya sengsara, maka di film ini kalian akan melihat Marshanda yang berantakan dan pemarah (sering banget mengeluarkan kata-kata kotor). Kalo biasanya kalian melihat Ringgo berperan konyol dan kocak, maka di film ini kalian akan melihat Ringgo yang super serius (ketawa aja jarang).

Penghayatan dan akting Marshanda sebagai junkies dan akting serius loh (gak pake cengengesan) Ringgo di film ini lumayan dapet dan keren loh, dengan proses reading yang mereka jalani cuma satu minggu gitu. Biarpun kadang-kadang tetep pengin ketawa sih liat tamblo alias tampang blo'on Ringgo yang serius. Abis gimana dunk tampangnya Ringgo komedi banget sih hehehe. Aniwei, god job, guys!

Proses syuting film ini dilakukan selama 16 hari (20 April-5 Mei 2008) di beberapa tempat sekitar Jakarta dan Tangerang. Naskah film ini dibuat Monty Tiwa bareng Sinar Ayu Massie dan Titien Wattimena. Sentuhan drama-nya digarap Sinar Ayu, sentuhan kisah cinta oleh Titien Wattimena dan sentuhan komedi-nya dihandle Monty. "Banyak banget pesan moral yang ingin kami sampaikan lewat film ini. Yang paling menonjol adalah tentang kesempatan kedua. Setiap orang pasti pernah berbuat kesalahan, tapi gimana caranya kesalahan itu bisa kita perbaiki," jelas Monty.

 

Beberapa Pelajaran

Dialog-dialog Yani yang junkies, memang sering terlontar, dalam film ini, sepatutnya tidak ditiru oleh anak-anak muda. Ini menunjukkan betapa narkoba yang telah merubah diri anak manusia dari yang baik menjadi buruk, dari omongannya yang buruk, dan kelakuaanya yang menjual harga diri untuk mendapatkan narkoba.

Pesan besar dalam film ini tentu saja, agar generasi muda menjauhi narkoba. Cerita-cerita seluk beluk dunia narkoba, selayaknya tidak dijadikan contoh dalam kehidupan sehari-hari.

Ada pesan bahwa kesejatian Cinta antara manusia harus dilakukan tanpa pamrih. Boy melakukan pengorbanan yang besar untuk menyadarkan Yani. Walau dalam film ini, ada semacam upaya menghapus kesalahan 5 tahun yang lalu. Namun, proses mendampingi Yani, dengan sabar diperankan Boy dengan tulus dan cinta kasih. Selayaknya, korban narkoba itu diperlakukan dengan lembut, dan disentuh dengan cinta dan kesabaran.

Semoga kita semua terhindar dari narkoba. Dan memberikan cinta untuk semua anggota keluarga, agar terjaga dari hal-hal negatif pergaulan bebas. Semoga. (adangdaradjatun.com)


AddThis
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
Masukkan Kode Anti-Spam yang ada pada Gambar di Atas Pada Kolom Kosong Di Sampingnya

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 

Perspektif

Pendekatan Holistik RUU Keimigrasian

Kamis, 22 Juli 2010

Arya Sandhiyudha As Master dalam bidang Strategic Studies dan penerima Certificate in Terrorism Studies dari S. Rajaratnam School of International Studies   Dewan...

Oprah, Akhir Sebuah Era?

Senin, 23 November 2009

News image

By Kevin ConollyKetika kebanyakan perusahaan Amerika mengumumkan rencana bisnis yang baru, biasanya pengumuman itu hanya disampaikan lewat sebuah pernyataan di bursa Wall Street atau dalam pertemuan dengan beberapa orang analis ...

Ubi Cilembu Potensi Pangan Lokal yang Populer di Pasar Internasional

Minggu, 22 November 2009

News image

Ubi jalar dikenal dengan nama ketela rambat, huwi boled (Sunda), tela rambat (Jawa), sweetpotato (Inggris), dan shoyo (Jepang) merupakan sumber karbohidrat yang cukup penting dalam sistem ketahanan pangan ki...

Kiamat "2012" (Hanya) di Film

Senin, 16 November 2009

News image

Kiamat itu sudah dekat? Apa jadinya bila bumi yang selama ini kita pijak tiba-tiba amblas dan hilang tertelan air laut? Mulai dari rumor sampai data-data ilmiah sert...

Budaya Air di Sunda

Sabtu, 14 November 2009

Oleh Jakob Sumardjo ...

Tentang Gempa di Masa Islam

Rabu, 11 November 2009

News image

Arsitek-arsitek di masa Islam, juga telah membuat bangunan-bangunan tahan gempa.Fenomena alam berupa gempa bumi, sejak awal menjadi kajian ilmuwan Muslim. Al-Kindi, misalnya, yang merupakan ahli matematika, fisika, dan astronomi, membuat ...

Serigala Terakhir, Konflik untuk Pendewasaan Masyarakat

Kamis, 5 November 2009

News image

Di sebuah pinggiran Jakarta dengan sekelompok remaja laki-laki tumbuh dan menjalin persahabatan yang kuat. Mereka adalah Ale [Fathir Muchtar], Jarot [Vino G. Bastian], Lukman [Dion Wiyoko], Sadat [Ali Syakieb], dan ...

Film Epik Nabi Muhammad Akan Dibuat

Selasa, 3 November 2009

News image

DOHA - Sebuah film epik tentang Nabi Muhammad akan segera dibuat. Tak tanggung-tanggung, rencananya film yang ditujukan untuk memberikan pemahaman kepada publik tentang arti sebenarnya Islam itu akan diproduseri oleh ...

Membedah Kisah Banjir Besar Zaman Nabi Nuh

Sabtu, 31 Oktober 2009

Peristiwa banjir besar itu diperkirakan terjadi sekitar 6.000 tahun yang lalu.Membaca kisah Nabi Nuh AS yang terdapat dalam Alquran, Injil (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru), ataupun buku-buku yang membahas seputar ...

Memberdayakan Pendidikan Seni Sunda

Rabu, 28 Oktober 2009

Oleh Djasepudin Rasa cinta dalam memelihara seni, sastra, dan budaya Sunda bisa diungkapkan dengan beragam cara. Untuk para seniman, tentu cara yang paling merenah adalah berkesinambungan dalam mencipta dan menampilkan ...

Emak Ingin Naik Haji

Rabu, 28 Oktober 2009

News image

Jika tak ada aral, November mendatang satu lagi karya film berbalut tema religi menyerbu bioskop. Film berjudul Emak Ingin Naik Haji ini nantinya akan menjadi film yang akan menambah semar...

Islam dalam Pandangan Barat

Selasa, 27 Oktober 2009

Nikolaos van Dam(Duta Besar Belanda untuk Indonesia)Banyak orang Barat belum pernah menapakkan kaki di negeri Arab atau dunia Islam, tetapi mereka mendapat kesan tentang Islam dan Muslim melalui media masa ...

Optimisme Generasi Muda

Selasa, 27 Oktober 2009

Oleh Azyumardi AzraHari-hari ini, seputar peringatan 81 tahun Sumpah Pemuda, banyak kalangan generasi lebih senior gelisah. Kegelisahan itu tecermin dari berbagai konvensi, seminar, dan diskusi yang kebetulan saya terlibat sebagai ...

Membangun Kembali Nasionalisme Kaum Muda

Selasa, 27 Oktober 2009

Muhammadun AS(Peneliti Cepdes Jakarta)Hai pemuda dan pemudi, engkau pembina hari kemudian. Orang mengatakan bahwa engkau itu adalah pupuk hari kemudian. Jangan terima! Kita ini bukan sekadar pupuk. Kami lebih dari ...

Ruma Maida: Perjuangan Mendidik Anak Jalanan

Senin, 26 Oktober 2009

News image

Cerita bermuara pada perjuangan Maida.Ia ingin mempertahankan rumah tua tempatnya mendidik anak-anak jalanan di ibukota. Di film, Maida digambarkan sebagai gadis kikuk yang idealis. Bertah...