Generasi Biru PDF Cetak E-mail
Resensi
Selasa, 12 Mei 2009 10:05

Siapa yang tidak kenal grup band Slank? Grup yang digawangi Bimbim, Kaka, Abdee, Ivan, dan Ridho ini adalah salah satu grup musik Indonesia yang selalu mengedepankan idealisme mereka yang tinggi, yang senantiasa menggambarkan keadaan Indonesia lewat lagu-lagu yang mereka ciptakan sejak tahun 1983 hingga saat ini.

Dan sebagai bentuk kecintaan dan pengharapan mereka terhadap Indonesia yang lebih baik, kini Slank mencoba menggambarkan apa yang mereka rasakan dan mereka lihat atas Indonesia tidak hanya lewat lagu, namun melalui sebuah film yang bertajuk Generasi Biru.

Kenapa harus film? ”I believe, seni dan budaya itu bisa mengubah sikap atau budaya sebuah generasi atau sebuah bangsa,” tukas Bimbim ketika ditemui dalam hari pertama syuting filmnya tersebut pada Selasa (8/7) siang, di Gedung Kertaniaga, Kawasan Kota Tua, Jakarta Pusat. 

Lebih lanjut pentolan grup Slank ini mengatakan, kehadiran mereka dalam menggambarkan keadaan Indonesia bukanlah sebuah kritik mereka terhadap pemerintah. “Kita bukan mau mengkritik, kita hanya mau memaparkan Indonesia dari apa yang kita catat melalui lagu-lagu kita mulai dari tahun 1983 hingga saat ini,” lanjut Bimbim. 

Generasi Biru sendiri akan diperankan oleh seluruh personel Slank, dan bercerita mengenai tentang lima orang yang mencoba lari dari situasi penuh keseragaman dan ketidakbebasan. Mereka ingin bebas dan mencari pulau kebebasan, yang mereka sebut sebagai pulau biru. 

Dan perjalanan mereka mencapai pulau kebebasan itu diibaratkan sebagai perjalanan perjalanan keIndonesiaan dalam kurun waktu 1980-2009, perjalanan dari era Soeharto, era Reformasi hingga era gosip jalanan yang mereka sebut saat ini. 

Film ini disutradarai oleh Garin Nugroho dan menempatkan John de Rantau ( Denias, Senandung Di Atas Awan) sebagai asisten sutradara, serta menghadirkan Nadine Chandrawinata sebagai salah satu pemain dalam film ini.  

Garin Nugroho, sineas ternama negeri ini, pernah mengungkapkan bahwa untuk menembus pasar harus menang dalam gagasan. Salah satu cara mewujudkannya adalah dengan tema. Untuk film terbarunya yang bertajuk Generasi Biru, Garin mengajak ikon budaya pop negeri ini yakni Slank sebagai tema aktual.   

Sosok Slank menjadi aktual lantaran dia menyodorkan keindonesiaan lewat dimensi yang berbeda. Simak saja apa yang diungkapkan Garin dalam catatan produksinya:membaca slank dan slanker adalah membaca Indonesia dan masalahnya serta gejolaknya sekaligus impiannya maupun gosip jalanannya. 

Yang terbaca dari Slank adalah soal kejujuran. Kejujuran dalam berekspresi itulah yang menarik perhatian bukan hanya seorang Garin Nugroho, melainkan juga komunitas slanker yang bahkan terasa sampai ke negara jiran. Saking jujurnya, lirik yang dibuat Slank sempat membuat petinggi negeri kebakaran jenggot lantaran dianggap menghina.  Badan Kehormatan DPR sempat tak terima atas sebutan mafia Senayan yang dilontarkan Kaka dalam lantunan suaranya. 

Perihal urusan jujur ternyata bukan hanya monopoli band penghuni Jalan Potlot di kawasan Duren Tiga itu. Garin pun demikian adanya. ”Film ini kelihatannya sederhana tapi rumit,” jelasnya di lokasi syuting di sebuah gedung tua kawasan Kota awal bulan Juli. Untuk mewujudkan film ini dia mengaku tidak sendirian mengarahkan timnya. Maka diajaknyalah beberapa nama macam John De Rantau, Dian Sasmita dan Kamila Andinisari sebagai sutradara bersama. 

Kerumitan yang dimaksud Garin memang selalu berujung pada wacana estetika. Atas nama estetika itulah dia mengajak koreografer macam Eko Supriyanto, Jecko Siompo, Yayu AW Unru hingga Davit untuk membantu proyeknya. “Saya memang selalu melakukan eksperimentasi,“ kilah Garin lagi. Eksperimen itu ditunjukkan dengan menyuruh Kaka, Bimbim, Abdee, Ridho, Ivanka serta Putri Indonesia 2005 Nadine Chandrawinata menari diiringi musik pop a la Slank.  

 (adangdaradjatun.com, foto:21cineplex)


AddThis
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
Masukkan Kode Anti-Spam yang ada pada Gambar di Atas Pada Kolom Kosong Di Sampingnya

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 

Perspektif

Pendekatan Holistik RUU Keimigrasian

Kamis, 22 Juli 2010

Arya Sandhiyudha As Master dalam bidang Strategic Studies dan penerima Certificate in Terrorism Studies dari S. Rajaratnam School of International Studies   Dewan...

Oprah, Akhir Sebuah Era?

Senin, 23 November 2009

News image

By Kevin ConollyKetika kebanyakan perusahaan Amerika mengumumkan rencana bisnis yang baru, biasanya pengumuman itu hanya disampaikan lewat sebuah pernyataan di bursa Wall Street atau dalam pertemuan dengan beberapa orang analis ...

Ubi Cilembu Potensi Pangan Lokal yang Populer di Pasar Internasional

Minggu, 22 November 2009

News image

Ubi jalar dikenal dengan nama ketela rambat, huwi boled (Sunda), tela rambat (Jawa), sweetpotato (Inggris), dan shoyo (Jepang) merupakan sumber karbohidrat yang cukup penting dalam sistem ketahanan pangan ki...

Kiamat "2012" (Hanya) di Film

Senin, 16 November 2009

News image

Kiamat itu sudah dekat? Apa jadinya bila bumi yang selama ini kita pijak tiba-tiba amblas dan hilang tertelan air laut? Mulai dari rumor sampai data-data ilmiah sert...

Budaya Air di Sunda

Sabtu, 14 November 2009

Oleh Jakob Sumardjo ...

Tentang Gempa di Masa Islam

Rabu, 11 November 2009

News image

Arsitek-arsitek di masa Islam, juga telah membuat bangunan-bangunan tahan gempa.Fenomena alam berupa gempa bumi, sejak awal menjadi kajian ilmuwan Muslim. Al-Kindi, misalnya, yang merupakan ahli matematika, fisika, dan astronomi, membuat ...

Serigala Terakhir, Konflik untuk Pendewasaan Masyarakat

Kamis, 5 November 2009

News image

Di sebuah pinggiran Jakarta dengan sekelompok remaja laki-laki tumbuh dan menjalin persahabatan yang kuat. Mereka adalah Ale [Fathir Muchtar], Jarot [Vino G. Bastian], Lukman [Dion Wiyoko], Sadat [Ali Syakieb], dan ...

Film Epik Nabi Muhammad Akan Dibuat

Selasa, 3 November 2009

News image

DOHA - Sebuah film epik tentang Nabi Muhammad akan segera dibuat. Tak tanggung-tanggung, rencananya film yang ditujukan untuk memberikan pemahaman kepada publik tentang arti sebenarnya Islam itu akan diproduseri oleh ...

Membedah Kisah Banjir Besar Zaman Nabi Nuh

Sabtu, 31 Oktober 2009

Peristiwa banjir besar itu diperkirakan terjadi sekitar 6.000 tahun yang lalu.Membaca kisah Nabi Nuh AS yang terdapat dalam Alquran, Injil (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru), ataupun buku-buku yang membahas seputar ...

Memberdayakan Pendidikan Seni Sunda

Rabu, 28 Oktober 2009

Oleh Djasepudin Rasa cinta dalam memelihara seni, sastra, dan budaya Sunda bisa diungkapkan dengan beragam cara. Untuk para seniman, tentu cara yang paling merenah adalah berkesinambungan dalam mencipta dan menampilkan ...

Emak Ingin Naik Haji

Rabu, 28 Oktober 2009

News image

Jika tak ada aral, November mendatang satu lagi karya film berbalut tema religi menyerbu bioskop. Film berjudul Emak Ingin Naik Haji ini nantinya akan menjadi film yang akan menambah semar...

Islam dalam Pandangan Barat

Selasa, 27 Oktober 2009

Nikolaos van Dam(Duta Besar Belanda untuk Indonesia)Banyak orang Barat belum pernah menapakkan kaki di negeri Arab atau dunia Islam, tetapi mereka mendapat kesan tentang Islam dan Muslim melalui media masa ...

Optimisme Generasi Muda

Selasa, 27 Oktober 2009

Oleh Azyumardi AzraHari-hari ini, seputar peringatan 81 tahun Sumpah Pemuda, banyak kalangan generasi lebih senior gelisah. Kegelisahan itu tecermin dari berbagai konvensi, seminar, dan diskusi yang kebetulan saya terlibat sebagai ...

Membangun Kembali Nasionalisme Kaum Muda

Selasa, 27 Oktober 2009

Muhammadun AS(Peneliti Cepdes Jakarta)Hai pemuda dan pemudi, engkau pembina hari kemudian. Orang mengatakan bahwa engkau itu adalah pupuk hari kemudian. Jangan terima! Kita ini bukan sekadar pupuk. Kami lebih dari ...

Ruma Maida: Perjuangan Mendidik Anak Jalanan

Senin, 26 Oktober 2009

News image

Cerita bermuara pada perjuangan Maida.Ia ingin mempertahankan rumah tua tempatnya mendidik anak-anak jalanan di ibukota. Di film, Maida digambarkan sebagai gadis kikuk yang idealis. Bertah...