"Energi Positif," Puja-puji Untuk SBY PDF Cetak E-mail
Resensi
Selasa, 04 Agustus 2009 12:38
Jakarta  - Buku "Energi Positif; Opini 100 Tokoh mengenai Indonesia di Era SBY," mungkin bisa menjadi penerang mengapa Susilo Bambang Yudhoyono mendapat tempat istimewa pada bagian terbesar rakyat negeri ini sehingga terpilih lagi menjadi Presiden Republik Indonesia.

Kendati bercerita tentang Indonesia dalam lima tahun terakhir, buku ini lebih merupakan public relations dan marketisasi politik dari hal-hal positif tentang Yudhoyono, sekaligus sanggahan terhadap suara miring terhadapnya, termasuk klaim lamban mengambil keputusan. 

Tokoh-tokoh nasional dan internasional dalam buku ini --dari vokalis "Andra and the Backbone" Dedy Lisan dan petinju Chris John sampai kolumnis Australia Greg Sheridan dan pengarang A Nation in Waiting Adam Schwarz -- seakan berlomba mematahkan kritik-kritik terhadap Yudhoyono. 

Mereka menilai Yudhoyono sebagai manusia yang terencana, sistemik saat memandang persoalan, optimistis, bertindak sistematis, santun, perlahan tetapi pasti, intelek, humanis, tidak sektarian, mendengar dulu sebelum bertindak. 

Bagi yang mengkhawatirkan Yudhoyono akan mendikte perdebatan publik, Mahfud MD yang sekarang mengetuai Mahkamah Konstitusi melukiskan Yudhoyono sebagai orang yang tidak alergi dengan perbedaan pendapat.

Suatu hari pada 1995, ketika Mahfud menjadi Pembantu Rektor Universitas Islam Indonesia dan Yudhoyono menjadi Komandan Korem di Yogyakarta, berlangsung diskusi mengenai hal-hal sensitif yang dari situ Mahfud mendapat kesan bahwa Yudhoyono bukan perwira kebanyakan. Ia senang mengakrabi kampus dan berdiskusi dengan menanggalkan kultur monolog militer.

Bersama Agus Widjojo dan Agus Wirahadikusumah, yang oleh wartawan Australia Derwin Pereira disebut Gang of Three, Yudhoyono disebut sebagai perwira reformis berpikiran maju yang bahkan hidup pada era yang mengharamkan suara lain

Buku ini bisa disebut ekspos suara senyap mengenai kiprah, pandangan dan kemilau prestasi Yudhoyono, mengingat Yudhoyono enggan menonjolkan diri meski dia kemilau oleh prestasi sampai-sampai majalah Time yang pelit mengapresiasi pencapaian pemimpin politik Dunia Ketiga pun memasukkannya dalam daftar 100 Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia.

Dino Patti Djalal, editor buku ini, berusaha keras mengorganisasikan testimoni para tokoh ini agar terlihat objektif dan tak membabi buta memuji. Sejumlah tokoh seperti Faisal Basri, Mahendra Siregar dan Yohanes Surya bahkan tak menyebut nama Yudhoyono saat mengapresiasi pencapaian Indonesia selama lima tahun terakhir.

Selain tuturan Mahfud MD, salah satu bagian menarik dari ode tentang pribadi dan prestasi Yudhoyono ini adalah pendapat Ramos Horta, Alwi Shihab, Emil Salim dan tokoh oposisi Malaysia Anwar Ibrahim.

Horta terkesan pada rekam jejak Yudhoyono di Timor Timur yang bebas dari darah rakyat tak berdosa. "Dia selalu sopan terhadap semua orang. Pasukan yang dipimpinnya tak pernah melukai rakyat," kata Horta mengutip kesaksian seseorang di Lospalos. 

Sementara Alwi Shihab menukilkan sisi humoris Yudhoyono saat diperintahkan Presiden Gus Dur menyampaikan surat berbahasa Arab kepada Presiden Saddam Hussein. Dinasehati temannya agar berhati-hati jika dalam surat itu Gus Dur bergurau yang tak mengenakan hati Saddam, Yudhoyono meminta Alwi menerjemahkan surat itu.

"Kita semua tahu Gus Dur suka berkelakar, siapa tahu beliau bergurau dengan Presiden Saddam Hussein agar saya ditahan beberapa hari di Baghdad!..Ha..ha," kata Yudhoyono seperti dituturkan Alwi. 

Emil Salim lain lagi, dia mengagumi kecintaan Yudhoyono pada buku dan ilmu. "Menyaksikan beliau teliti memilih buku dalam bidang politik, ekonomi, sosial dan militer, saya tangkap manusia SBY dari sisi 'manusia intelektuil."

Sedangkan Anwar Ibrahim menggambarkannya sebagai simbol kepemimpinan pembaru bagi dunia muslim, khususnya saat Presiden AS Barack Obama menantang dunia Islam untuk berdamai dengan Amerika. "Yudhoyono bisa memimpin dan memetakan arah baru untuk dunia itu," kata Anwar.

Lain hal dengan Mayjen Peter Williams, wakil Yudhoyono semasa bertugas untuk PBB di Bosnia. Dia menyebut Presiden RI keenam itu seorang komandan berpikiran jernih, analitis, inklusif, imaginatif dan berorientasi hasil.

Buku ini tak henti membombardir pembacanya dengan pepujian sehingga Anda tak akan mendapatkan aspek lain di luar hal-hal positif tentang Yudhoyono. Tentu saja itu dapat mempertebal kecintaan para pengagum Yudhoyono. 

Dino mengkonsentrasikan upaya dokumentasi testimonial ini dengan menyorot sikap, etos dan praktik hidup positif Yudhoyono yang disebutnya sebagai energi positif, sebuah kekuatan yang diyakini Dino ada pada diri bangsa ini, yang mesti digali seperti Yudhoyono menggalinya sehingga negara berjaya.

Energi positif yang melekat pada Yudhoyono ini pula yang membuat Dino berani menyebut Presiden RI ini menjadi cermin kepada siapa pemimpin Indonesia mendatang berkaca.

"Saya yakin setelah era SBY berakhir suatu hari, kelak presiden-presiden Indonesia setelahnya akan dibandingkan dengan sosok Presiden SBY," kata Dino.

Boleh-boleh saja Dino mengklaim demikian, namun untuk menilai utuh perjalanan bangsa dan kiprah pemimpin, kita memerlukan perspektif lebih lengkap dan lebih jernih lagi.

Para pakar dan sejarawanlah yang mesti tertantang menawarkan perspektif lengkap itu sehingga sisi-sisi tokoh, peristiwa dan sejarah ditulis seimbang, agar bangsa ini tak tenggelam dalam budaya mengkultuskan pemimpin dan melupakan kemanusiawiannya.

Kita perlu menuliskan manusia sebagai manusia, bukan menggambarkannya sebagai malaikat, tetapi juga tidak melukiskannya sebagai monster. (ANTARA News)

AddThis
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
Masukkan Kode Anti-Spam yang ada pada Gambar di Atas Pada Kolom Kosong Di Sampingnya

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 

Perspektif

Pendekatan Holistik RUU Keimigrasian

Kamis, 22 Juli 2010

Arya Sandhiyudha As Master dalam bidang Strategic Studies dan penerima Certificate in Terrorism Studies dari S. Rajaratnam School of International Studies   Dewan...

Oprah, Akhir Sebuah Era?

Senin, 23 November 2009

News image

By Kevin ConollyKetika kebanyakan perusahaan Amerika mengumumkan rencana bisnis yang baru, biasanya pengumuman itu hanya disampaikan lewat sebuah pernyataan di bursa Wall Street atau dalam pertemuan dengan beberapa orang analis ...

Ubi Cilembu Potensi Pangan Lokal yang Populer di Pasar Internasional

Minggu, 22 November 2009

News image

Ubi jalar dikenal dengan nama ketela rambat, huwi boled (Sunda), tela rambat (Jawa), sweetpotato (Inggris), dan shoyo (Jepang) merupakan sumber karbohidrat yang cukup penting dalam sistem ketahanan pangan ki...

Kiamat "2012" (Hanya) di Film

Senin, 16 November 2009

News image

Kiamat itu sudah dekat? Apa jadinya bila bumi yang selama ini kita pijak tiba-tiba amblas dan hilang tertelan air laut? Mulai dari rumor sampai data-data ilmiah sert...

Budaya Air di Sunda

Sabtu, 14 November 2009

Oleh Jakob Sumardjo ...

Tentang Gempa di Masa Islam

Rabu, 11 November 2009

News image

Arsitek-arsitek di masa Islam, juga telah membuat bangunan-bangunan tahan gempa.Fenomena alam berupa gempa bumi, sejak awal menjadi kajian ilmuwan Muslim. Al-Kindi, misalnya, yang merupakan ahli matematika, fisika, dan astronomi, membuat ...

Serigala Terakhir, Konflik untuk Pendewasaan Masyarakat

Kamis, 5 November 2009

News image

Di sebuah pinggiran Jakarta dengan sekelompok remaja laki-laki tumbuh dan menjalin persahabatan yang kuat. Mereka adalah Ale [Fathir Muchtar], Jarot [Vino G. Bastian], Lukman [Dion Wiyoko], Sadat [Ali Syakieb], dan ...

Film Epik Nabi Muhammad Akan Dibuat

Selasa, 3 November 2009

News image

DOHA - Sebuah film epik tentang Nabi Muhammad akan segera dibuat. Tak tanggung-tanggung, rencananya film yang ditujukan untuk memberikan pemahaman kepada publik tentang arti sebenarnya Islam itu akan diproduseri oleh ...

Membedah Kisah Banjir Besar Zaman Nabi Nuh

Sabtu, 31 Oktober 2009

Peristiwa banjir besar itu diperkirakan terjadi sekitar 6.000 tahun yang lalu.Membaca kisah Nabi Nuh AS yang terdapat dalam Alquran, Injil (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru), ataupun buku-buku yang membahas seputar ...

Memberdayakan Pendidikan Seni Sunda

Rabu, 28 Oktober 2009

Oleh Djasepudin Rasa cinta dalam memelihara seni, sastra, dan budaya Sunda bisa diungkapkan dengan beragam cara. Untuk para seniman, tentu cara yang paling merenah adalah berkesinambungan dalam mencipta dan menampilkan ...

Emak Ingin Naik Haji

Rabu, 28 Oktober 2009

News image

Jika tak ada aral, November mendatang satu lagi karya film berbalut tema religi menyerbu bioskop. Film berjudul Emak Ingin Naik Haji ini nantinya akan menjadi film yang akan menambah semar...

Islam dalam Pandangan Barat

Selasa, 27 Oktober 2009

Nikolaos van Dam(Duta Besar Belanda untuk Indonesia)Banyak orang Barat belum pernah menapakkan kaki di negeri Arab atau dunia Islam, tetapi mereka mendapat kesan tentang Islam dan Muslim melalui media masa ...

Optimisme Generasi Muda

Selasa, 27 Oktober 2009

Oleh Azyumardi AzraHari-hari ini, seputar peringatan 81 tahun Sumpah Pemuda, banyak kalangan generasi lebih senior gelisah. Kegelisahan itu tecermin dari berbagai konvensi, seminar, dan diskusi yang kebetulan saya terlibat sebagai ...

Membangun Kembali Nasionalisme Kaum Muda

Selasa, 27 Oktober 2009

Muhammadun AS(Peneliti Cepdes Jakarta)Hai pemuda dan pemudi, engkau pembina hari kemudian. Orang mengatakan bahwa engkau itu adalah pupuk hari kemudian. Jangan terima! Kita ini bukan sekadar pupuk. Kami lebih dari ...

Ruma Maida: Perjuangan Mendidik Anak Jalanan

Senin, 26 Oktober 2009

News image

Cerita bermuara pada perjuangan Maida.Ia ingin mempertahankan rumah tua tempatnya mendidik anak-anak jalanan di ibukota. Di film, Maida digambarkan sebagai gadis kikuk yang idealis. Bertah...