Three Cups of Tea; Sebuah Bukti Tentang Pemenuhan Janji PDF Cetak E-mail
Resensi
Selasa, 12 Mei 2009 10:03


".... (Di Pakistan dan Afganistan), kami minum tiga cangkir teh saat membicarakan bisnis; cangkir pertama engkau masih orang asing; cangkir kedua, engkau teman; dan pada cangkir ketiga, engkau bergabung dengan kelurga kami. Sebuah keluarga yang siap untuk berbuat apapun-bahkan untuk mati,"

Pada tahun 1993, Greg Mortenson, pendaki gunung Asal Amerika, ingin menaklukan puncak gunung tertinggi kedua sedunia di Himalaya yang disebut puncak Karakoram 2 atau K2. Alih-alih bisa menaklukan puncak K2 yang memiliki medan sangat sulit, Greg hanya mampu menatap puncak K2 dari tengah-tengah pendakian. Ia tersesat dan mengalami keletihan kronis hingga bobotnya berkurang 15 Kg.

Setelah 7 hari terhuyung-huyung dalam perjalanan turun, ia tiba di desa Korphe- sebuah desa yang tak pernah dilihatnya dalam peta pendakian K2. Di desa Korphe, dalam sebuah gubuk milik haji Ali, ia dirawat dengan penuh perhatian, diperlakukan bak tamu istimewa.

Korphe merupakan sebuah desa miskin, di Pakistan Utara. Ia ingin membalas kebaikan yang dilakukan haji Ali dan penduduk Korphe. Tapi tak tahu harus melakukan apa. Namun saat mengitari desa tersebut, sebuah pemandangan membuat Greg seperti kehilangan tenaga, napasnya tercekik, jantungnya serasa tercerabut. Ia melihat ratusan siswa duduk melingkar di tanah terbuka, dalam udara dingin yang menusuk tulang, sambil menyimak pelajaran yang diberikan guru. Sambil meletakan tangnnya di pundak haji Ali, Greg mengucapkan sebuah ikrar," Aku akan membangun sekolah untuk desa ini, Aku janji,".

Buku terlaris di New York Times ini, berkisah tentang pemenuhan janji. Janji dari seorang Amerika, terhadap nurmadhar, Kepala kampung dari sebuah kampung miskin di Pakistan Utara.

Greg kembali ke Amerika, melakukan segala upaya, mengumpulkan bantuan, memberikan ceramah tentang cerita Korphe, tengang kegagalannya mencapai puncak K2 dan rencana lain setelah kegagalan tersebut.

Buku yang berdasakan kisah nyata Greg Mortenson, pendaki Asal Amerika ini, menggambarkan sebuah petualangan seru, sebuah perjuangan kemanusiaan, menciptakan perdamian dalam versi yang lain juga kisah tentang kesaksian akan kekuatan semangat kemanusiaan.

Greg Berhasil memenuhi janjinya. Berawal dari sebuah sekolah, terus berkembang hingga puluhan sekolah, baik di wilayah Pakistan maupun Afganistan, terutama untuk anak-anak perempuan- di tempat lahirnya Taliban..

Kisah Greg Mortenson yang ditulis kembali oleh Jurnalis yang terbiasa berkeliling dunia, David Oliver Rolin ini, sangat layak untuk dibaca dan menggugah kemanusiaan kita, menyadarkan kita bahwa kita belum melakukan apa-apa untuk orang sekitar kita.

Kisah ini juga menceritakan kepada kita, betapa sebuah pendidikan sangat penting dilakukan. Di tengah sinisme Barat dan Amerika tentang Islam-pasca peristiwa 11/9, Greg meyakinkan pada masyarakat Amerika, tidak semua muslim dan orang islam harus terkena dampak "stempel" terorisme tersebut. Dan salah satu cara menghentikan terorisme adalah melalui pendidikan.

Greg Mortenson, gagal mencapai puncak K2 yang diimpikannya, tetapi ia telah mencapai puncak lain sebagai pekerja kemanusiaan yang jauh lebih sulit dari gunung atau puncak manapun di dunia. Selamat Membaca.

(tim adangdaradjatun.com)


AddThis
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
Masukkan Kode Anti-Spam yang ada pada Gambar di Atas Pada Kolom Kosong Di Sampingnya

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 

Perspektif

Pendekatan Holistik RUU Keimigrasian

Kamis, 22 Juli 2010

Arya Sandhiyudha As Master dalam bidang Strategic Studies dan penerima Certificate in Terrorism Studies dari S. Rajaratnam School of International Studies   Dewan...

Oprah, Akhir Sebuah Era?

Senin, 23 November 2009

News image

By Kevin ConollyKetika kebanyakan perusahaan Amerika mengumumkan rencana bisnis yang baru, biasanya pengumuman itu hanya disampaikan lewat sebuah pernyataan di bursa Wall Street atau dalam pertemuan dengan beberapa orang analis ...

Ubi Cilembu Potensi Pangan Lokal yang Populer di Pasar Internasional

Minggu, 22 November 2009

News image

Ubi jalar dikenal dengan nama ketela rambat, huwi boled (Sunda), tela rambat (Jawa), sweetpotato (Inggris), dan shoyo (Jepang) merupakan sumber karbohidrat yang cukup penting dalam sistem ketahanan pangan ki...

Kiamat "2012" (Hanya) di Film

Senin, 16 November 2009

News image

Kiamat itu sudah dekat? Apa jadinya bila bumi yang selama ini kita pijak tiba-tiba amblas dan hilang tertelan air laut? Mulai dari rumor sampai data-data ilmiah sert...

Budaya Air di Sunda

Sabtu, 14 November 2009

Oleh Jakob Sumardjo ...

Tentang Gempa di Masa Islam

Rabu, 11 November 2009

News image

Arsitek-arsitek di masa Islam, juga telah membuat bangunan-bangunan tahan gempa.Fenomena alam berupa gempa bumi, sejak awal menjadi kajian ilmuwan Muslim. Al-Kindi, misalnya, yang merupakan ahli matematika, fisika, dan astronomi, membuat ...

Serigala Terakhir, Konflik untuk Pendewasaan Masyarakat

Kamis, 5 November 2009

News image

Di sebuah pinggiran Jakarta dengan sekelompok remaja laki-laki tumbuh dan menjalin persahabatan yang kuat. Mereka adalah Ale [Fathir Muchtar], Jarot [Vino G. Bastian], Lukman [Dion Wiyoko], Sadat [Ali Syakieb], dan ...

Film Epik Nabi Muhammad Akan Dibuat

Selasa, 3 November 2009

News image

DOHA - Sebuah film epik tentang Nabi Muhammad akan segera dibuat. Tak tanggung-tanggung, rencananya film yang ditujukan untuk memberikan pemahaman kepada publik tentang arti sebenarnya Islam itu akan diproduseri oleh ...

Membedah Kisah Banjir Besar Zaman Nabi Nuh

Sabtu, 31 Oktober 2009

Peristiwa banjir besar itu diperkirakan terjadi sekitar 6.000 tahun yang lalu.Membaca kisah Nabi Nuh AS yang terdapat dalam Alquran, Injil (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru), ataupun buku-buku yang membahas seputar ...

Memberdayakan Pendidikan Seni Sunda

Rabu, 28 Oktober 2009

Oleh Djasepudin Rasa cinta dalam memelihara seni, sastra, dan budaya Sunda bisa diungkapkan dengan beragam cara. Untuk para seniman, tentu cara yang paling merenah adalah berkesinambungan dalam mencipta dan menampilkan ...

Emak Ingin Naik Haji

Rabu, 28 Oktober 2009

News image

Jika tak ada aral, November mendatang satu lagi karya film berbalut tema religi menyerbu bioskop. Film berjudul Emak Ingin Naik Haji ini nantinya akan menjadi film yang akan menambah semar...

Islam dalam Pandangan Barat

Selasa, 27 Oktober 2009

Nikolaos van Dam(Duta Besar Belanda untuk Indonesia)Banyak orang Barat belum pernah menapakkan kaki di negeri Arab atau dunia Islam, tetapi mereka mendapat kesan tentang Islam dan Muslim melalui media masa ...

Optimisme Generasi Muda

Selasa, 27 Oktober 2009

Oleh Azyumardi AzraHari-hari ini, seputar peringatan 81 tahun Sumpah Pemuda, banyak kalangan generasi lebih senior gelisah. Kegelisahan itu tecermin dari berbagai konvensi, seminar, dan diskusi yang kebetulan saya terlibat sebagai ...

Membangun Kembali Nasionalisme Kaum Muda

Selasa, 27 Oktober 2009

Muhammadun AS(Peneliti Cepdes Jakarta)Hai pemuda dan pemudi, engkau pembina hari kemudian. Orang mengatakan bahwa engkau itu adalah pupuk hari kemudian. Jangan terima! Kita ini bukan sekadar pupuk. Kami lebih dari ...

Ruma Maida: Perjuangan Mendidik Anak Jalanan

Senin, 26 Oktober 2009

News image

Cerita bermuara pada perjuangan Maida.Ia ingin mempertahankan rumah tua tempatnya mendidik anak-anak jalanan di ibukota. Di film, Maida digambarkan sebagai gadis kikuk yang idealis. Bertah...