Menuju Jakarta MAS [Bagian 2] PDF Cetak E-mail
Pandangan
Sabtu, 27 Juni 2009 15:20

Otonomi Khusus Ibukota dan Megapolitan

Pelaksanaan otonomi daerah sejak 1 Januari 2001, memberi dampak yang luas bagi pembangunan lokal dan regional. Dengan sistem baru, daerah kini memiliki kewenangan lebih besar dan lebih bertanggungjawab dalam proses pembangunan mulai dari tahap perencanaan, pembiayaan, pelaksanaan, evaluasi hingga pengawasan.

Di satu sisi, hal ini positif bagi dinamika dan percepatan laju pembangunan di tingkat lokal dan regional. Namun di sisi lain, semangat pelaksanaan otonomi daerah yang berlebihan telah memberi dampak negatif bagi pertumbuhan nasional. Misalnya, pelaksanaan otonomi daerah yang berlebihan telah membawa egoisme sempit kedaerahan dengan mengorbankan kepentingan daerah lain serta kepentingan nasional yang lebih besar. Kasus paling menonjol adalah kasus maraknya Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang secara nyata telah menimbulkan ekonomi biaya tinggi, menurunkan daya saing lokal dan nasional, menghambat investasi dan menekan pertumbuhan.

Dalam skala makro lebih luas, semangat otonomi yang berlebihan juga telah memberi dampak buruk bagi pembangunan mulai dari tata ruang, iklim investasi, distrubusi dan perdagangan, pengentasan kemiskinan, perlindungan lingkungan hingga stabilitas makro-ekonomi. Dalam konteks Jakarta, hal ini terlihat jelas dalam aspek perencanaan dan pemanfaatan tata ruang, manajemen sungai dan air bersih, pengelolaan sampah, hingga infrastruktur.

Berbagai kebutuhan infrastruktur lintas wilayah yurisdiksi harus dibangun melalui aliansi antar pemerintah daerah, bahkan dengan pemerintah pusat sekalipun. Pemecahan masalah banjir misalnya, tidak akan pernah selesai tanpa kerjasama dengan Pemda Bopuncur. Begitupub dengan kedudukan Jakarta sebagai ibukota negara dan status sebagai megapolitan bisa dimanfaatkan oleh Pemda Jakarta untuk meningkatkan posisi tawarnya terhadap pemerintah pusat dalam pembangunan mega-infrastruktur yang pelaksanaannya tidak mungkin dilakukan oleh pemda Jakarta sendiri.

Kerjasama antar daerah untuk pengelolaan kawasan secara terpadu sebenarnya telah diatur dalam Pasal 30 UU No. 34/1999. namun pola kerjasama antar daerah selama ini belum memberi kejelasan tentang bagaimana DKI Jakarta akan dikelola secara terpadu. Penandatanganan MoU, pembentukan lembaga bersama atau wacana untuk mengaktifkan kembali BKSP (Badan Kerja Sama Pembangunan), tidak berjalan efektif karena tidak ada kejelasan dalam kewenangan dan sanksi. Ego sektoral dan daerah masih sangat besar. Harus diperjelas, aspek-aspek mana saja yang merupakan kepentingan bersama semua daerah dan siapa yang memegang kewenangan tersebut.

Terkait erat hal ini, aspek penting yang perlu perhatian lebih adalah aspek perencanaan tata ruang kawasan. Kewenangan dalam penataan ruang Jakarta dan daerah sekitarnya sebaiknya berada di tangan menteri, karena kewenangan penataan ruang adalah kewenangan koordinatif sehingga tidak bisa diberikan kepada Gubernur Jakarta atau institusi sektoral karena dapat menimbulkan kerancuan antara fungsi koordinasi dengan fungsi implementasi. Hal ini selaras dengan amanat UU No. 32 Tahun 2004 pasal 227 ayat 3 huruf c tentang keterpaduan rencana umum tata ruang Jakarta dengan rencana umum tata ruang daerah sekitarnya.

Pembangunan Kota Berkelanjutan.

Jakarta ke depan membutuhkan perubahan paradigma pembangunan perkotaan dari paradigma “integrated infrastructure” ke paradigma “urban development’. Pembangunan kota tak lagi hanya bertujuan membangun jaringan infrastruktur kota yang terintegrasi melainkan juga membangun kemitraan, partisipasi masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan.

Dalam konsep pembangunan berkelanjutan ini, pembangunan perkotaan berfokus pada empat hal, yaitu: memperbaiki kualitas hidup penduduk (liveability), meningkatkan daya saing kota (competitiveness), memperbaiki kualitas aparatur dan manajemen pemerintah (good governance and management), dan meningkatkan kapasitas fiskal pemerintah kota (bankability).

Dalam konteks pembangunan perkotaan di DKI Jakarta, perbaikan kualitas hidup penduduk akan menghapus masalah kemiskinan, meningkatkan harmoni sosial serta memperbaiki ketahanan masyarakat.

Sementara itu, peningkatan daya saing kota dilakukan dengan memperbaiki infrastruktur kota, iklim investasi, jaminan keamanan dan stabilitas politik, serta meningkatkan ketrampilan tenaga kerja. Sedangkan perbaikan tata kelola pemerintahan dilakukan dengan menarik dukungan publik seluas-luasnya, mengubah struktur dan budaya birokrasi, mengenalkan iklim persaingan dalam pelanayan publik, serta membuat mekanisme insentif dankompensasi yang memadai.

Pada saat yang sama, kapasitas fiskal pemerintah kota harus terus ditingkatkan dengan optimalisasi ektensifikasi dan intensifikasi penerimaan daerah, perbaikan sistem pemungutan pajak, dan menurukan tingkat kebocoran pajak seperti dengan membangun sistem informasi pajak yang berbasis IT yang mampu memonitor dan mengawasi seluruh penerimaan daerah secara terintegrasi. Kapasitas fiskal pemerintah kota juga dapat ditingkatkan melalui upaya-upaya serius dan sistematis untuk menyelamatkan dan menjaga aset-aset daerah, penegakan hukum untuk penyediaan fasos-fasum oleh para pengembang, serta pengelolaan BUMD yang profesional.

(tim adangdaradjatun.com/Buku: Ayo Benahi Jakarta!)

Foto: Chandra Marsono 


AddThis
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
Masukkan Kode Anti-Spam yang ada pada Gambar di Atas Pada Kolom Kosong Di Sampingnya

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 

Perspektif

Pendekatan Holistik RUU Keimigrasian

Kamis, 22 Juli 2010

Arya Sandhiyudha As Master dalam bidang Strategic Studies dan penerima Certificate in Terrorism Studies dari S. Rajaratnam School of International Studies   Dewan...

Oprah, Akhir Sebuah Era?

Senin, 23 November 2009

News image

By Kevin ConollyKetika kebanyakan perusahaan Amerika mengumumkan rencana bisnis yang baru, biasanya pengumuman itu hanya disampaikan lewat sebuah pernyataan di bursa Wall Street atau dalam pertemuan dengan beberapa orang analis ...

Ubi Cilembu Potensi Pangan Lokal yang Populer di Pasar Internasional

Minggu, 22 November 2009

News image

Ubi jalar dikenal dengan nama ketela rambat, huwi boled (Sunda), tela rambat (Jawa), sweetpotato (Inggris), dan shoyo (Jepang) merupakan sumber karbohidrat yang cukup penting dalam sistem ketahanan pangan ki...

Kiamat "2012" (Hanya) di Film

Senin, 16 November 2009

News image

Kiamat itu sudah dekat? Apa jadinya bila bumi yang selama ini kita pijak tiba-tiba amblas dan hilang tertelan air laut? Mulai dari rumor sampai data-data ilmiah sert...

Budaya Air di Sunda

Sabtu, 14 November 2009

Oleh Jakob Sumardjo ...

Tentang Gempa di Masa Islam

Rabu, 11 November 2009

News image

Arsitek-arsitek di masa Islam, juga telah membuat bangunan-bangunan tahan gempa.Fenomena alam berupa gempa bumi, sejak awal menjadi kajian ilmuwan Muslim. Al-Kindi, misalnya, yang merupakan ahli matematika, fisika, dan astronomi, membuat ...

Serigala Terakhir, Konflik untuk Pendewasaan Masyarakat

Kamis, 5 November 2009

News image

Di sebuah pinggiran Jakarta dengan sekelompok remaja laki-laki tumbuh dan menjalin persahabatan yang kuat. Mereka adalah Ale [Fathir Muchtar], Jarot [Vino G. Bastian], Lukman [Dion Wiyoko], Sadat [Ali Syakieb], dan ...

Film Epik Nabi Muhammad Akan Dibuat

Selasa, 3 November 2009

News image

DOHA - Sebuah film epik tentang Nabi Muhammad akan segera dibuat. Tak tanggung-tanggung, rencananya film yang ditujukan untuk memberikan pemahaman kepada publik tentang arti sebenarnya Islam itu akan diproduseri oleh ...

Membedah Kisah Banjir Besar Zaman Nabi Nuh

Sabtu, 31 Oktober 2009

Peristiwa banjir besar itu diperkirakan terjadi sekitar 6.000 tahun yang lalu.Membaca kisah Nabi Nuh AS yang terdapat dalam Alquran, Injil (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru), ataupun buku-buku yang membahas seputar ...

Memberdayakan Pendidikan Seni Sunda

Rabu, 28 Oktober 2009

Oleh Djasepudin Rasa cinta dalam memelihara seni, sastra, dan budaya Sunda bisa diungkapkan dengan beragam cara. Untuk para seniman, tentu cara yang paling merenah adalah berkesinambungan dalam mencipta dan menampilkan ...

Emak Ingin Naik Haji

Rabu, 28 Oktober 2009

News image

Jika tak ada aral, November mendatang satu lagi karya film berbalut tema religi menyerbu bioskop. Film berjudul Emak Ingin Naik Haji ini nantinya akan menjadi film yang akan menambah semar...

Islam dalam Pandangan Barat

Selasa, 27 Oktober 2009

Nikolaos van Dam(Duta Besar Belanda untuk Indonesia)Banyak orang Barat belum pernah menapakkan kaki di negeri Arab atau dunia Islam, tetapi mereka mendapat kesan tentang Islam dan Muslim melalui media masa ...

Optimisme Generasi Muda

Selasa, 27 Oktober 2009

Oleh Azyumardi AzraHari-hari ini, seputar peringatan 81 tahun Sumpah Pemuda, banyak kalangan generasi lebih senior gelisah. Kegelisahan itu tecermin dari berbagai konvensi, seminar, dan diskusi yang kebetulan saya terlibat sebagai ...

Membangun Kembali Nasionalisme Kaum Muda

Selasa, 27 Oktober 2009

Muhammadun AS(Peneliti Cepdes Jakarta)Hai pemuda dan pemudi, engkau pembina hari kemudian. Orang mengatakan bahwa engkau itu adalah pupuk hari kemudian. Jangan terima! Kita ini bukan sekadar pupuk. Kami lebih dari ...

Ruma Maida: Perjuangan Mendidik Anak Jalanan

Senin, 26 Oktober 2009

News image

Cerita bermuara pada perjuangan Maida.Ia ingin mempertahankan rumah tua tempatnya mendidik anak-anak jalanan di ibukota. Di film, Maida digambarkan sebagai gadis kikuk yang idealis. Bertah...