Menuju Jakarta MAS [Bagian 1] PDF Cetak E-mail
Pandangan
Sabtu, 27 Juni 2009 12:20

MEMBANGUN KEMBALI VISI DAN MISI KOTA JAKARTA

Selama ini, positioning DKI Jakarta secara umum adalah: (i) Pusat Administrasi dan Pelayanan Masyarakat; (ii) Pusat Perdagangan dan Distribusi; (iii) Pusat Keuangan; (iv) Pusat Pariwisata; (v) Pusat Pelatihan dan Informasi; (vi) Pusat Ilmu Pengetahuan; dan (vii) Pusat Seni Budaya.

Namun positioning yang sangat luas seperti ini telah membuat Jakarta harus menanggung beban pembangunan sangat berat yang telah melampaui kapasitas dan daya tampung optimal Jakarta sebagai daerah pertumbuhan sehingga dapat mengancam pembangunan berkelanjutan (sustainable development) di Jakarta. Di saat yang sama, Jakarta kini mengalami perubahan lingkungan yag luar biasa cepat, baik yang dipicu oleh perubahan dalam negeri seperti arus demokratisasi dan otonomi daerah, maupun perubahan di tingkat global seperti globalisasi, perdagangan bebas dan terutama kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Maka, Jakarta dituntut merespon hal-hal diatas dengan melakukan perubahan-perubahan. Ke depan, Jakarta membutuhkan fokus pembangunan yang lebih tajam untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi dan dinamika bisnis, meningkatkan kualitas hidup penduduk, meningkatkan daya saing kota serta mempertahankan daya dukung alam terhadap pembangunan.

Dengan keunggulan komparatif yang dimilikinya saat ini dan melihat permasalahan terkini dan tantangan ke depan, transformasi DKI Jakarta ke depan yang dianggap tepat adalah menjadi “Kota Jasa Modern, Aman dan Sejahtera (MAS)”.

Arah Pembangunan ke Depan

1. Pengurangan Fungsi Kota Jakarta.

Jakarta sebagai ibukota negara memiliki kekhususan yang diakui oleh Pasal 227 ayat 1 huruf c UU No. 32/2004. Walau demikian, kedudukan Jakarta sebagai ibukota sendiri ke depan sebaiknya segera diakhiri. Dalam jangka panjang, hal ini tidak produktif. Jakarta ke depan membutuhkan pengurangan fungsi kota karena beban pembangunan telah melampaui kapasitas dan daya tampung optimal Jakarta sebagai daerah pertumbuhan sehingga dapat mengancam pembangunan berkelanjutan (sustainable development) di Jakarta.

Jakarta ke depan sebaiknya diarahkan menjadi pusat ekonomi-bisnis, sedangkan pusat pemerintahan dialihkan ke daerah lain. Pemisahan fungsi pusat pemerintahan dan pusat ekonomi-bisnis dari Jakarta akan memperkuat pertumbuhan ekonomi dan dinamika bisnis, menurunkan korupsi, kolusi dan nepotisme, serta mempertahankan daya dukung alam terhadap pertumbuhan.

Perlu dipikirkan langkah-langkah perintis untuk memindahkan ibukota, seperti tentang perencanaan dan penanggung jawab kegiatan pemindahan ibukota ini. Pemindahan ibukota ini juga sesuai dengan amanat UU No. 32 Tahun 2004 pasal 227 ayat 3 huruf d tentang kawasan khusus untuk menyelenggarakan fungsi pemerintahan tertentu yang dikelola langsung oleh pemerintah pusat. Pemindahan ibukota ini sebaiknya juga perlu diselaraskan dengan UU Penataan Ruang yang baru.

2. Kekhususan Dalam Pembiayaan Daerah, Terutama untuk Pembangunan Infrastruktur.

Ketentuan yang ada dalam UU No. 34/1999 pasal 29 ayat 2 adalah keuangan DKI Jakarta mengikuti ketentuan perundang-undangan yang ada, namun terbuka bagi adanya pembiayaan khusus dari APBN. Ketentuan ini secara umum sudah tepat, namun yang kemudian perlu dipertegas adalah untuk fungsi-fungsi apa saja pemerintah provinsi berhak meminta pembiayaan khusus kepada pemerintah pusat. Ketentuan khusus ini harus mengikuti prinsip umum “money follow functions” agar tidak menimbulkan ketidakpastian dalam sistem desentralisasi fiskal. Fungsi-fungsi yang pemerintah provinsi berhak meminta tambahan pembiayaan dari APBN sebaiknya difokuskan pada penyediaan infrastruktur lintas wilayah yurisdiksi khususnya transportasi, air dan sampah.

3. Kerjasama Antar Daerah untuk Pengelolaan Terpadu Jakarta Sebagai Megapolitan.

Untuk Jakarta Raya, kerjasama antar daerah untuk pengelolaan kawasan secara terpadu adalah suatu keharusan, dalam hal ini juga telah diatur dalam Pasal 30 UU No. 34/1999. Namun pola kerjasama antar daerah selama ini belum memberi kejelasan tentang bagaimana DKI Jakarta akan dikelola secara terpadu. Harus diperjelas, aspek-aspek mana saja yang merupakan kepentingan bersama semua daerah dan siapa saja yang memegang kewenangan tersebut.

Sementara itu, dalam jangka pendek, Jakarta membutuhkan perubahan arah kebijakan yang drastis untuk menjamin Jakarta ke depan berjalan se cara optimal.

Pertama, menahan laju kerusakan lingkungan. Ruang terbuka hijau kota harus segera direhabilitasi, pencemaran udara dan air harus dikurangi, daerah aliran sungai harus dinormalisasi dan ruang-ruang publik yang semakin luas harus terus ditambah. Tanpa perubahan radikal di bidang ini, Jakarta akan semakin tenggelam dalam air dan lumpur.

Kedua, membangun ekonomi kerakyatan dan menciptakan lapangan kerja untuk mengentaskan kemiskinan. Penggusuran dan razia PKL tanpa solusi harus dihentikan, hak-hak ekonomi rakyat harus dihormati. Birokrasi harus berubah dan berorientasi pada pelayanan. Pasar tradisional harus ditingkatkan daya saingnya, sektor informal potensial harus dikembangkan dan diintegrasikan dalam pembangunan, BLK harus direvitalisasi dan program PPMK diarahkan untuk penciptaan pasar kredit mikro yang fleksibel.

Ketiga,
percepatan pembangunan infrastruktur yang penting dan mendesak keberadaannya untuk mengatasi kemacetan dan banjir. Infrastruktur transportasi kota semestinya difokuskan pada mass rapid transportation (MRT) berbasis jalan raya (busway) dan berbasis rel (KRL), bukan monorail dan subway yang sangat mahal, tidak layak secara lingkungan dan tidak ekonomis secara bisnis-komersial sehingga rawan menimbulkan beban subsidi dalam anggaran publik. Sedangkan infrastruktur pengendali banjir harus difokuskan pada pengembangan BKT dan normalisasi daerah aliran sungai serta ruang terbuka hijau.

(tim adangdaradjatun.com/Buku: Ayo Benahi Jakarta!)

Foto: tehkici 


AddThis
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
Masukkan Kode Anti-Spam yang ada pada Gambar di Atas Pada Kolom Kosong Di Sampingnya

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 

Perspektif

Pendekatan Holistik RUU Keimigrasian

Kamis, 22 Juli 2010

Arya Sandhiyudha As Master dalam bidang Strategic Studies dan penerima Certificate in Terrorism Studies dari S. Rajaratnam School of International Studies   Dewan...

Oprah, Akhir Sebuah Era?

Senin, 23 November 2009

News image

By Kevin ConollyKetika kebanyakan perusahaan Amerika mengumumkan rencana bisnis yang baru, biasanya pengumuman itu hanya disampaikan lewat sebuah pernyataan di bursa Wall Street atau dalam pertemuan dengan beberapa orang analis ...

Ubi Cilembu Potensi Pangan Lokal yang Populer di Pasar Internasional

Minggu, 22 November 2009

News image

Ubi jalar dikenal dengan nama ketela rambat, huwi boled (Sunda), tela rambat (Jawa), sweetpotato (Inggris), dan shoyo (Jepang) merupakan sumber karbohidrat yang cukup penting dalam sistem ketahanan pangan ki...

Kiamat "2012" (Hanya) di Film

Senin, 16 November 2009

News image

Kiamat itu sudah dekat? Apa jadinya bila bumi yang selama ini kita pijak tiba-tiba amblas dan hilang tertelan air laut? Mulai dari rumor sampai data-data ilmiah sert...

Budaya Air di Sunda

Sabtu, 14 November 2009

Oleh Jakob Sumardjo ...

Tentang Gempa di Masa Islam

Rabu, 11 November 2009

News image

Arsitek-arsitek di masa Islam, juga telah membuat bangunan-bangunan tahan gempa.Fenomena alam berupa gempa bumi, sejak awal menjadi kajian ilmuwan Muslim. Al-Kindi, misalnya, yang merupakan ahli matematika, fisika, dan astronomi, membuat ...

Serigala Terakhir, Konflik untuk Pendewasaan Masyarakat

Kamis, 5 November 2009

News image

Di sebuah pinggiran Jakarta dengan sekelompok remaja laki-laki tumbuh dan menjalin persahabatan yang kuat. Mereka adalah Ale [Fathir Muchtar], Jarot [Vino G. Bastian], Lukman [Dion Wiyoko], Sadat [Ali Syakieb], dan ...

Film Epik Nabi Muhammad Akan Dibuat

Selasa, 3 November 2009

News image

DOHA - Sebuah film epik tentang Nabi Muhammad akan segera dibuat. Tak tanggung-tanggung, rencananya film yang ditujukan untuk memberikan pemahaman kepada publik tentang arti sebenarnya Islam itu akan diproduseri oleh ...

Membedah Kisah Banjir Besar Zaman Nabi Nuh

Sabtu, 31 Oktober 2009

Peristiwa banjir besar itu diperkirakan terjadi sekitar 6.000 tahun yang lalu.Membaca kisah Nabi Nuh AS yang terdapat dalam Alquran, Injil (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru), ataupun buku-buku yang membahas seputar ...

Memberdayakan Pendidikan Seni Sunda

Rabu, 28 Oktober 2009

Oleh Djasepudin Rasa cinta dalam memelihara seni, sastra, dan budaya Sunda bisa diungkapkan dengan beragam cara. Untuk para seniman, tentu cara yang paling merenah adalah berkesinambungan dalam mencipta dan menampilkan ...

Emak Ingin Naik Haji

Rabu, 28 Oktober 2009

News image

Jika tak ada aral, November mendatang satu lagi karya film berbalut tema religi menyerbu bioskop. Film berjudul Emak Ingin Naik Haji ini nantinya akan menjadi film yang akan menambah semar...

Islam dalam Pandangan Barat

Selasa, 27 Oktober 2009

Nikolaos van Dam(Duta Besar Belanda untuk Indonesia)Banyak orang Barat belum pernah menapakkan kaki di negeri Arab atau dunia Islam, tetapi mereka mendapat kesan tentang Islam dan Muslim melalui media masa ...

Optimisme Generasi Muda

Selasa, 27 Oktober 2009

Oleh Azyumardi AzraHari-hari ini, seputar peringatan 81 tahun Sumpah Pemuda, banyak kalangan generasi lebih senior gelisah. Kegelisahan itu tecermin dari berbagai konvensi, seminar, dan diskusi yang kebetulan saya terlibat sebagai ...

Membangun Kembali Nasionalisme Kaum Muda

Selasa, 27 Oktober 2009

Muhammadun AS(Peneliti Cepdes Jakarta)Hai pemuda dan pemudi, engkau pembina hari kemudian. Orang mengatakan bahwa engkau itu adalah pupuk hari kemudian. Jangan terima! Kita ini bukan sekadar pupuk. Kami lebih dari ...

Ruma Maida: Perjuangan Mendidik Anak Jalanan

Senin, 26 Oktober 2009

News image

Cerita bermuara pada perjuangan Maida.Ia ingin mempertahankan rumah tua tempatnya mendidik anak-anak jalanan di ibukota. Di film, Maida digambarkan sebagai gadis kikuk yang idealis. Bertah...