Menuju Jakarta MAS [Bagian 21 - Habis] PDF Cetak E-mail
Pandangan
Senin, 10 Agustus 2009 12:00

9. PENANGANAN SAMPAH DAN LIMBAH TERPADU SERTA RAMAH LINGKUNGAN

A. Pengelolaan Sampah Terpadu Berteknologi Tinggi Ramah Lingkungan

Salah satu solusi untuk mengatasi masalah sampah di Jakarta yang harus dilakukan adalah dengan membuat pengelolaan sampah terpadu dengan teknologi tinggi. Volume sampah yang sangat besar harus ditangani dengan pengelolaan berteknologi tinggi sehingga pengelolaan berlangsung cepat, namun dengan membuat sampah menjadi produk yang bernilai. Konsep yang diusung adalah merintis pengelolaan sampah menjadi pembangkit tenaga listrik (waste to energy).

Sampah dalam skala besar memungkinkan pengolahan yang menjadikannya bahan baku untuk konversi menjadi tenaga listrik. Pengelolaan sampah ini juga tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan (environmentally friendly) sehingga bukan hanya memberi manfaat berupa energi listrik namun juga ramah lingkungan. Pendekatan public private partnership perlu dilakukan untuk pengelolaan sampah menjadi energi listrik ini.

B. Perintisan Pengelolaan Sampah Terpadu Berbasis Komunitas
 
Dalam skala komunitas, masyarakat juga harus diajarkan dan disediakan fasilitas untuk pengelolaan sampah terpadu. Pengelolaan sampah terpadu ini dilakukan mulai dari pemilahan sampah berdasarkan jenis, sampai pengolahan sampah menjadi pupuk organik yang bermanfaat. Setiap kelurahan didorong untuk memiliki unit pengolahan sampah terpadu skala kecil ini untuk menghasilkan pupuk organik. Pada tahap awal perlu dibuat beberapa kelurahan pilot project untuk pengolahan sampah terpadu.

Kelompok perempuan dan pemuda pengangguran perlu didorong untuk menjadi pelopor dalam pengelolaan sampah menjadi pupuk organik. Untuk mendukungnya, Pemda juga perlu menyediakan peralatan dan sarana penunjanng serta paket pelatihan teknologi bagi kelurahan-kelurahan pilot (percontohan). Penghargaan harus diberikan kepada kelurahan-kelurahan yang berhasil dalam menjalankan pengelolaan sampah secara terpadu. Sebaliknya, citra negatif juga perlu dilekatkan kepada kelurahan yang tidak peduli dengan upaya pengelolaan sampah terpadu ini.

C. Memasyarakatkan Penggunaan Bahan/Wadah Organik dan Kampanye 3 Re

Untuk mendukung program pengolahan sampah terpadu skala besar maupun skala kecil, maka harus didukung dengan program penggunan barang/peralatan yang ramah lingkungan dan menghasilkan sampah yang dapat diolah kembali. Untuk itu, harus digalakkan kampanye secara gencar penggunaan peralatan yang tidak menghasilkan sampah yang sulit terurai.

Terdapat dua kampanye besar yang perlu digalakkan di masyarakat. Pertama adalah kampanye penggunaan barang atau wadah organik yang sampahnya dapat diolah menjadi bahan organik yang bermanfaat seperti pupuk. Masyarakat diajak untuk sesedikit mungkin menggunakan barang/wadah yang sulit terurai seperti wadah plastik atau barang/wadah dari bahan kimia yang kelihatannya praktis namun sesungguhnya kurang baik bagi kesehatan dan menghasilkan sampah yang sulit terurai.

Kedua, kampanye 3-Re, yaitu memasyarakatkan upaya melakukan kegiatan 3 Re yaitu re-use, re-corndition dan re-cycle. Gerakan Re-use yaitu mengajak masyarakat melakukan re-use (memakai kembali) barang atau peralatan yang masih dapat digunakan dan tidak segera menjadikannya sampah. Gerakan Re-condition yaitu memanfaatkan bagian-bagian barang untuk digabung/direkayasa menjadi barang-barang yang dapat dimanfaatkan. Gerakan Re-cycle yaitu mengajak masyarakat melakukan daur ulang bahan-bahan yang bersifat organik untuk dapat menghasilkan produk baru yang bermanfaat.

Untuk mendukung gerakan 3-Re, perlu dibuat dan disebarkan brosur contoh-contoh re-condition atau cara melakukan re-cycle (daur ulang) dengan prinsip teknologi tepat guna (appropriate technology) yang praktis terhadap barang yang biasa digunakan sehari-hari. Pemda harus memberikan reward dan penghargaan bagi upaya-upaya inovasi yang dilakukan warga dalam menjalankan gerakan 3-Re.

D. Bersih Lingkungan Setiap Pekan

Setiap pekan, gubernur dan wagub harus turun memimpin langsung gerakan bersih lingkungan melalui program “Beli Benur” (Bersih Lingkungan Bersama Gubernur). Gubernur bersama wakil harus berkeliling lokasi setiap pekan, sementara jajaran birokrasi lingkungan berada di wilayah lainnya untuk bersama-sama masyarakat melakukan gerakan bersih lingkungan. Gubernur dan wakil gubernur juga harus memotivasi semua RW/Kelurahan/kecamatan untuk turun bersama warga dalam kebersihan lingkungan setiap pekan. Perlu diberikan penilaian khusus kepada birokrat/aparat pemda dalam keterlibatan pada gerakan kebersihan lingkungan ini.

 
(tim adangdaradjatun.com/Sumber: Buku "Ayo Benahi Jakarta!")

Foto: republika.co.id


AddThis
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
Masukkan Kode Anti-Spam yang ada pada Gambar di Atas Pada Kolom Kosong Di Sampingnya

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 

Wawasan Kebangsaan dalam Penguatan Pemerintahan Ke Depan

Wawasan sering dimaknai dengan konsepsi dan cara pandang seseorang terhadap apa yang ketahui tentang satu hal. Kaitannya dengan negara, wawasan kebang...

Senin, 10 Agustus 2009

Menuju Jakarta MAS [Bagian 21 - Habis]

News image

9. PENANGANAN SAMPAH DAN LIMBAH TERPADU SERTA RAMAH LINGKUNGANA. Pengelolaan Sampah Terpadu Berteknologi Tinggi Ramah LingkunganSalah satu solusi untu...

Senin, 10 Agustus 2009

Menuju Jakarta MAS [Bagian 20]

News image

8. MENJAMIN RASA AMAN DAN KERUKUNAN WARGA JAKARTAA. Membangun Kerjasama Efektif dengan Penegak Hukum dalam Pemberantasan NarkobaPemberantasan kriminal...

Rabu, 5 Agustus 2009

next
prev