Nikmat itu banyak PDF Cetak E-mail
Inspirasi
Rabu, 25 Maret 2009 19:10

Andaikata kamu hitung kenikmatan Allah, sungguh kamu takkan mampu melakukannya ( Q.S. 14: 34).


Allah memberikan banyak kenikmatan kepada manusia, mulai dari alam kecil, yaitu diri sendiri, sampai alam semesta, yaitu dunia dan segala isinya. 
Semuanya adalah nikmat Allah, bahkan manusia tidak akan bisa menghitung nikmat yang banyak itu.

Suatu ketika, Khalifah Harun al-Rasyid yang dikenal dekat dengan para ulama, mengunjungi salah seorang penasihatnya.

''Tuan guru,'' kata Khalifah, ''sudah banyak ulama lain memberi peringatan, dan tak sedikit pula yang menyampaikan kabar gembira. Tapi sepatah pun belum pernah saya dengar dari Tuan. Hati saya belum puas rasanya.'' Ulama yang arif itu terdiam, sesudah berpikir sejenak lalu menjawab, ''Bolehkah saya minta air putih dulu? Secawan untuk saya dan secawan untuk Tuan Khalifah.''

Permintaan itu membuat Harun Al Rasyid keheranan. Namun segera ia perintahkan pelayan menyediakan dua cawan air putih. Sesudah tersedia di meja, sang ulama yang bersahaja itu menyuruh Al Rasjid menghirupnya. Tapi, tiba-tiba, sebelum cawan tadi menyentuh bibir Khalifah, penasihatnya mencegah dan bertanya, ''Maaf Amirul Mukminin. Tahan sebentar, jawab dulu pertanyaan saya. Andaikata di suatu padang pasir yang gersang, matahari seolah bertengger di ubun kepala, sedangkan Tuan tidak mempunyai persediaan air, sehingga tak berapa lama lagi bakal mati sengsara, apa yang Tuan lakukan apabila tahu-tahu ada seorang musafir menawarkan air dengan syarat harus Tuan bayar berupa singgasana dan kekayaan Tuan?''

Tanpa berpikir panjang Harun Al Rasyid menjawab, ''Dalam keadaan seperti itu, separuh kerajaan pun akan saya serahkan.''

Guru itu tersenyum. ''Nah, minumlah air yang di cawan itu sampai habis.'' Al Rasyid menurut. Kemudian sang Guru melanjutkan, ''Air di cawan tersebut sudah masuk ke dalam perut Tuan. Sesudah itu Tuan mendapat kesulitan besar, karena tidak bisa buang air kecil sampai berhari-hari. Seandainya dalam kesakitan itu ada yang mampu mengobati dengan syarat Tuan harus menyerahkan separuh kerajaan yang tersisa, apakah Tuan bersedia?''

Kembali tanpa ragu-ragu Al Rasyid menjawab, ''Biarlah saya menjadi rakyat biasa tanpa kekuasaan asalkan sehat walafiat.'' Sang ulama pun tersenyum. ''Karena itu saya heran, mengapa orang-orang alim saling menjegal dan memfitnah hanya untuk menduduki kursi pemimpin. Apakah jabatan lebih penting dari kehidupan?'' (tim adangdaradjatun.com)


AddThis
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
Masukkan Kode Anti-Spam yang ada pada Gambar di Atas Pada Kolom Kosong Di Sampingnya

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 

Perspektif

Pendekatan Holistik RUU Keimigrasian

Kamis, 22 Juli 2010

Arya Sandhiyudha As Master dalam bidang Strategic Studies dan penerima Certificate in Terrorism Studies dari S. Rajaratnam School of International Studies   Dewan...

Oprah, Akhir Sebuah Era?

Senin, 23 November 2009

News image

By Kevin ConollyKetika kebanyakan perusahaan Amerika mengumumkan rencana bisnis yang baru, biasanya pengumuman itu hanya disampaikan lewat sebuah pernyataan di bursa Wall Street atau dalam pertemuan dengan beberapa orang analis ...

Ubi Cilembu Potensi Pangan Lokal yang Populer di Pasar Internasional

Minggu, 22 November 2009

News image

Ubi jalar dikenal dengan nama ketela rambat, huwi boled (Sunda), tela rambat (Jawa), sweetpotato (Inggris), dan shoyo (Jepang) merupakan sumber karbohidrat yang cukup penting dalam sistem ketahanan pangan ki...

Kiamat "2012" (Hanya) di Film

Senin, 16 November 2009

News image

Kiamat itu sudah dekat? Apa jadinya bila bumi yang selama ini kita pijak tiba-tiba amblas dan hilang tertelan air laut? Mulai dari rumor sampai data-data ilmiah sert...

Budaya Air di Sunda

Sabtu, 14 November 2009

Oleh Jakob Sumardjo ...

Tentang Gempa di Masa Islam

Rabu, 11 November 2009

News image

Arsitek-arsitek di masa Islam, juga telah membuat bangunan-bangunan tahan gempa.Fenomena alam berupa gempa bumi, sejak awal menjadi kajian ilmuwan Muslim. Al-Kindi, misalnya, yang merupakan ahli matematika, fisika, dan astronomi, membuat ...

Serigala Terakhir, Konflik untuk Pendewasaan Masyarakat

Kamis, 5 November 2009

News image

Di sebuah pinggiran Jakarta dengan sekelompok remaja laki-laki tumbuh dan menjalin persahabatan yang kuat. Mereka adalah Ale [Fathir Muchtar], Jarot [Vino G. Bastian], Lukman [Dion Wiyoko], Sadat [Ali Syakieb], dan ...

Film Epik Nabi Muhammad Akan Dibuat

Selasa, 3 November 2009

News image

DOHA - Sebuah film epik tentang Nabi Muhammad akan segera dibuat. Tak tanggung-tanggung, rencananya film yang ditujukan untuk memberikan pemahaman kepada publik tentang arti sebenarnya Islam itu akan diproduseri oleh ...

Membedah Kisah Banjir Besar Zaman Nabi Nuh

Sabtu, 31 Oktober 2009

Peristiwa banjir besar itu diperkirakan terjadi sekitar 6.000 tahun yang lalu.Membaca kisah Nabi Nuh AS yang terdapat dalam Alquran, Injil (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru), ataupun buku-buku yang membahas seputar ...

Memberdayakan Pendidikan Seni Sunda

Rabu, 28 Oktober 2009

Oleh Djasepudin Rasa cinta dalam memelihara seni, sastra, dan budaya Sunda bisa diungkapkan dengan beragam cara. Untuk para seniman, tentu cara yang paling merenah adalah berkesinambungan dalam mencipta dan menampilkan ...

Emak Ingin Naik Haji

Rabu, 28 Oktober 2009

News image

Jika tak ada aral, November mendatang satu lagi karya film berbalut tema religi menyerbu bioskop. Film berjudul Emak Ingin Naik Haji ini nantinya akan menjadi film yang akan menambah semar...

Islam dalam Pandangan Barat

Selasa, 27 Oktober 2009

Nikolaos van Dam(Duta Besar Belanda untuk Indonesia)Banyak orang Barat belum pernah menapakkan kaki di negeri Arab atau dunia Islam, tetapi mereka mendapat kesan tentang Islam dan Muslim melalui media masa ...

Optimisme Generasi Muda

Selasa, 27 Oktober 2009

Oleh Azyumardi AzraHari-hari ini, seputar peringatan 81 tahun Sumpah Pemuda, banyak kalangan generasi lebih senior gelisah. Kegelisahan itu tecermin dari berbagai konvensi, seminar, dan diskusi yang kebetulan saya terlibat sebagai ...

Membangun Kembali Nasionalisme Kaum Muda

Selasa, 27 Oktober 2009

Muhammadun AS(Peneliti Cepdes Jakarta)Hai pemuda dan pemudi, engkau pembina hari kemudian. Orang mengatakan bahwa engkau itu adalah pupuk hari kemudian. Jangan terima! Kita ini bukan sekadar pupuk. Kami lebih dari ...

Ruma Maida: Perjuangan Mendidik Anak Jalanan

Senin, 26 Oktober 2009

News image

Cerita bermuara pada perjuangan Maida.Ia ingin mempertahankan rumah tua tempatnya mendidik anak-anak jalanan di ibukota. Di film, Maida digambarkan sebagai gadis kikuk yang idealis. Bertah...