Adil di Muka Bumi PDF Cetak E-mail
Inspirasi
Jumat, 27 Februari 2009 19:13

Dan mereka yang memenuhi seruan Tuhan dan men diri kan shalat, dan persoalan mereka dimusyawarahkan antara sesama mereka, dan mereka infakkan seba gian rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Dan bila ada per buatan sewenang-wenang menimpa mereka, mereka membela diri. Balas an atas suatu kejahatan, adalah kejahatan yang setimpal. Tetapi barangsiapa dapat memberi maaf dan menciptakan perdamaian, maka balasannya dari Allah. Sungguh, Ia tak menyukai orang yang berbuat zalim. Tetapi sungguh barangsiapa membela diri setelah dianiaya, tak ada alasan menyalahkan mereka. Kesalahan hanyalah pada mereka yang menganiaya manusia, dan melanggar batas di bumi tanpa sebab. Bagi mereka itulah azab yang pedih. Tetapi sungguh, barangsiapa mau sabar dan memberi maaf, sungguh itulah sikap yang terbaik. (QS. 42: 38-43)

Ayat ter sebut dimulai dengan perkataan mereka yang memenuhi seruan Tuhan, mendirikan shalat, dan memusyawarahkan atas apa saja ma salah yang dihadapi. Musyawarah dalam ayat ini mendapatkan per hatian utama sebagai prinsip kehidupan sosial-politik yang benar, mulai dari rumah tangga atau keluarga, kehidupan bermasyarakat, hingga hubungan kenegaraan. Musyawarah pun menjadi kata kunci surat tersebut (surat Al-Syûrâ, surat mengenai musyawarah). Prin sip musyawarah ini jugalah yang telah dipraktikkan secara sangat ekspresif oleh Nabi Saw.

Tetapi, jika musyawarah ini tidak bisa dicapai, dan kaum Mus lim-hak-hak pribadi maupun kolektifnya-merasa diinjak-injak, ma ka mereka diperbolehkan ber ta han dan membalas demi membela kebenaran. Balasan atas suatu keja hat an adalah kejahatan yang setim pal. Tetapi dalam membela diri, dan membalas atas hak-hak pribadi maupun kolektif yang diinjak-injak itu, kaum Muslim diingatkan un tuk tidak boleh melebihi dari kezaliman yang dideritanya, sehing ga menjadi bentuk balas dendam. Karena itulah, untuk menghindari bentuk balas dendam yang dapat menim bulkan kezaliman, Al-Quran memberi jalan keluar bahwa yang ideal itu bukan balas dendam tetapi mengikuti cara yang lebih baik ke arah kerukunan kembali dengan orang-orang yang melakukan pelanggaran. Inilah langkah moral terbaik dari ajaran agama, yang mem balik sikap permusuhan men ja di persahabatan dan per sau daraan, yang penuh dengan maaf dan rasa kasih sayang. Dari segi Agama, Allah lebih meridlai sikap persahabatan, persaudaraan, maaf dan rasa kasih sayang daripada permusuhan dan balas dendam tak berkesudahan. Barangsiapa dapat memberi maaf dan menciptakan perdamaian, maka balasannya dari Allah. Walaupun Al-Quran juga menegaskan, Barangsiapa membela diri setelah dianiaya, tak ada alasan menyalahkan mereka. Kesalahan hanyalah pada mereka yang meng aniaya manusia, dan melanggar batas di bumi tanpa sebab. Bagi me reka itulah azab yang pedih. Juga, "Sungguh, barangsiapa mau sabar dan mem beri maaf, sungguh itulah sikap yang terbaik"

Maka, menjadi orang Islam yang menegakkan "jalan tengah"-sebagai saksi, sebagai umat terbaik-adalah sulit, sebab kita harus tahu, kapan harus membela diri dengan menghancurkan musuh yang telah meng aniaya kita, dan kapan ha rus bersabar dan memaafkan. Ini lah yang harus kita minta setiap hari kepada Allah Swt. sebanyak 17 kali melalui raka at-rakaat shalat wajib, "Ihdinâ al-shirâtha al-mustaqîm" (Tunjukilah kami ke jalan yang lurus). Menurut ajaran agama, mempertahankan diri dan membalas itu diperbolehkan, tetapi membalas secara berlebihan adalah kezaliman. Dan dari sejarah kita belajar bahwa setiap pembalasan cenderung sering ber lebihan. Daripada membalas berlebihan, agama mengajarkan lebih baik kita berdamai.

Kalau kita hanya menonjolkan yang keras, maka Allah memperingatkan ja ngan-jangan kamu nanti zalim; tapi kalau kita hanya bisa memaafkan, akibat ke tidakpedulian kita pada per soalan kezaliman yang sesung guhnya, maka kita nanti terje rembab dalam kelembekan moral dan hukum tidak berjalan dalam masyarakat, sehingga masyarakat ditandai oleh tidak adanya hukum yang menegakkan pembeda antara yang benar dan salah.

Bersabar dan memberi maaf memang le bih berat dija lan kan, daripada mem perlakukan orang dengan ka sar dan keras untuk membalas dendam, de ngan meng hu kum mereka yang bersalah. Al-Quran mengajarkan ber sabar dan memberi maaf merupakan pemecahan masalah yang paling tinggi dan mulia.

Re nung an atas ayat ini juga bisa mem berikan kearifan tindakan bagi kita dalam memecahkan masalah-ma salah sosial yang dihadapi umat Islam maupun dalam kaitan dengan ke rumit an hubungan antaragama di Indonesia yang majemuk dan berbagai maca suku. Semoga renungan ini bermanfaat untuk kita semua. (adangdaradjatun.com)


AddThis
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
Masukkan Kode Anti-Spam yang ada pada Gambar di Atas Pada Kolom Kosong Di Sampingnya

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 

Perspektif

Pendekatan Holistik RUU Keimigrasian

Kamis, 22 Juli 2010

Arya Sandhiyudha As Master dalam bidang Strategic Studies dan penerima Certificate in Terrorism Studies dari S. Rajaratnam School of International Studies   Dewan...

Oprah, Akhir Sebuah Era?

Senin, 23 November 2009

News image

By Kevin ConollyKetika kebanyakan perusahaan Amerika mengumumkan rencana bisnis yang baru, biasanya pengumuman itu hanya disampaikan lewat sebuah pernyataan di bursa Wall Street atau dalam pertemuan dengan beberapa orang analis ...

Ubi Cilembu Potensi Pangan Lokal yang Populer di Pasar Internasional

Minggu, 22 November 2009

News image

Ubi jalar dikenal dengan nama ketela rambat, huwi boled (Sunda), tela rambat (Jawa), sweetpotato (Inggris), dan shoyo (Jepang) merupakan sumber karbohidrat yang cukup penting dalam sistem ketahanan pangan ki...

Kiamat "2012" (Hanya) di Film

Senin, 16 November 2009

News image

Kiamat itu sudah dekat? Apa jadinya bila bumi yang selama ini kita pijak tiba-tiba amblas dan hilang tertelan air laut? Mulai dari rumor sampai data-data ilmiah sert...

Budaya Air di Sunda

Sabtu, 14 November 2009

Oleh Jakob Sumardjo ...

Tentang Gempa di Masa Islam

Rabu, 11 November 2009

News image

Arsitek-arsitek di masa Islam, juga telah membuat bangunan-bangunan tahan gempa.Fenomena alam berupa gempa bumi, sejak awal menjadi kajian ilmuwan Muslim. Al-Kindi, misalnya, yang merupakan ahli matematika, fisika, dan astronomi, membuat ...

Serigala Terakhir, Konflik untuk Pendewasaan Masyarakat

Kamis, 5 November 2009

News image

Di sebuah pinggiran Jakarta dengan sekelompok remaja laki-laki tumbuh dan menjalin persahabatan yang kuat. Mereka adalah Ale [Fathir Muchtar], Jarot [Vino G. Bastian], Lukman [Dion Wiyoko], Sadat [Ali Syakieb], dan ...

Film Epik Nabi Muhammad Akan Dibuat

Selasa, 3 November 2009

News image

DOHA - Sebuah film epik tentang Nabi Muhammad akan segera dibuat. Tak tanggung-tanggung, rencananya film yang ditujukan untuk memberikan pemahaman kepada publik tentang arti sebenarnya Islam itu akan diproduseri oleh ...

Membedah Kisah Banjir Besar Zaman Nabi Nuh

Sabtu, 31 Oktober 2009

Peristiwa banjir besar itu diperkirakan terjadi sekitar 6.000 tahun yang lalu.Membaca kisah Nabi Nuh AS yang terdapat dalam Alquran, Injil (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru), ataupun buku-buku yang membahas seputar ...

Memberdayakan Pendidikan Seni Sunda

Rabu, 28 Oktober 2009

Oleh Djasepudin Rasa cinta dalam memelihara seni, sastra, dan budaya Sunda bisa diungkapkan dengan beragam cara. Untuk para seniman, tentu cara yang paling merenah adalah berkesinambungan dalam mencipta dan menampilkan ...

Emak Ingin Naik Haji

Rabu, 28 Oktober 2009

News image

Jika tak ada aral, November mendatang satu lagi karya film berbalut tema religi menyerbu bioskop. Film berjudul Emak Ingin Naik Haji ini nantinya akan menjadi film yang akan menambah semar...

Islam dalam Pandangan Barat

Selasa, 27 Oktober 2009

Nikolaos van Dam(Duta Besar Belanda untuk Indonesia)Banyak orang Barat belum pernah menapakkan kaki di negeri Arab atau dunia Islam, tetapi mereka mendapat kesan tentang Islam dan Muslim melalui media masa ...

Optimisme Generasi Muda

Selasa, 27 Oktober 2009

Oleh Azyumardi AzraHari-hari ini, seputar peringatan 81 tahun Sumpah Pemuda, banyak kalangan generasi lebih senior gelisah. Kegelisahan itu tecermin dari berbagai konvensi, seminar, dan diskusi yang kebetulan saya terlibat sebagai ...

Membangun Kembali Nasionalisme Kaum Muda

Selasa, 27 Oktober 2009

Muhammadun AS(Peneliti Cepdes Jakarta)Hai pemuda dan pemudi, engkau pembina hari kemudian. Orang mengatakan bahwa engkau itu adalah pupuk hari kemudian. Jangan terima! Kita ini bukan sekadar pupuk. Kami lebih dari ...

Ruma Maida: Perjuangan Mendidik Anak Jalanan

Senin, 26 Oktober 2009

News image

Cerita bermuara pada perjuangan Maida.Ia ingin mempertahankan rumah tua tempatnya mendidik anak-anak jalanan di ibukota. Di film, Maida digambarkan sebagai gadis kikuk yang idealis. Bertah...