Arah Baru Politik Global AS PDF Cetak E-mail
Artikel
Kamis, 30 April 2009 21:25

 

Syamsul Hadi

 

 Dalam KTT Organisasi Negara-negara Amerika di Port of Spain, Trinidad-Tobago, baru-baru ini, Presiden Venezuela Hugo Chavez mendatangi dan menyalami Presiden Amerika Serikat Barack Obama (Kompas, 19/4). Adegan ini ditengarai akan menjadi awal perbaikan dalam hubungan AS dengan Venezuela, berikut negara-negara yang tergabung dalam ”poros sosialisme” di Amerika Latin.

Sebelum itu, untuk pertama kali dalam 30 tahun, Pemerintah AS telah mencabut larangan bagi warganya berkunjung dan mengirimkan uang ke Kuba.

Di bawah Obama, kebijakan luar negeri AS yang mengedepankan persuasi dan menjauhi konfrontasi telah mendapat sambutan positif dari beragam kalangan dalam masyarakat internasional. Apa makna pendekatan baru AS ini dan tantangan-tantangan apa yang harus dihadapi Obama dalam kiprah internasionalnya pada masa kini dan mendatang?

 
Memperbarui kepemimpinan AS

Dalam sebuah artikel yang menuangkan secara komprehensif visi dan misinya dalam politik internasional (”Renewing American Leadership”, Foreign Affairs, Juli/Agustus 2007), Obama menyatakan, untuk memperbarui kepemimpinan AS di dunia internasional diperlukan pembangunan kembali aliansi, kemitraan (partnerships), dan kelembagaan yang dibutuhkan untuk menghadapi beragam tantangan. Menurut Obama, pembaruan kepemimpinan itu tidak dapat dicapai dengan cara menggertak dan mengancam pihak lain, tetapi dengan meyakinkan pemerintah dan masyarakat internasional tentang manfaat positif suatu kemitraan yang efektif.

Obama mengawali kepemimpinannya dengan menutup penjara Guantanamo, simbol pengabaian hak asasi manusia dalam perang antiterorisme yang digerakkan Bush. Langkah ini menjadi awal yang positif untuk mengembalikan trust dunia Islam kepada AS. Saat berkunjung ke Turki awal April lalu, Obama menyampaikan pesan kepada dunia Islam bahwa AS tidak akan dan tidak pernah akan berperang dengan umat Islam.

Dalam pembicaraan dengan Raja Abdullah di sela-sela KTT G-20, Obama kembali menyampaikan dukungannya atas gagasan Arab Saudi menyangkut negosiasi perdamaian Arab-Israel yang sedang mengalami kebuntuan. Obama juga telah merangkul Suriah, yang pada masa Bush diisolasi karena dukungannya kepada kelompok garis keras dalam konflik Timur Tengah. Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad juga telah menyatakan kesediaan memulai dialog dengan AS, Uni Eropa, dan Rusia dalam masalah nuklir. Trust kepada Obama juga dicerminkan dalam pernyataan tokoh ulama Syiah Lebanon, Ayatollah Husein Fadlallah, yang menyampaikan keyakinannya bahwa AS di bawah Presiden Obama akan bisa bekerja sama dengan Iran (Kompas, 16/4).

Dalam kaitan dengan krisis global, Obama menunjukkan sikap kooperatif dan reformis dengan menyetujui usulan Uni Eropa bagi pengaturan yang lebih ketat atas perusahaan-perusahaan hedge fund di pasar finansial. Dalam aspek kelembagaan internasional, AS telah memberikan ruang lebih luas bagi aktualisasi peran China, yang sebelum KTT G-20 menyuarakan gagasan pentingnya sebuah alat tukar internasional sebagai alternatif terhadap dollar AS.

Dengan kesediaan China membeli surat-surat berharga Dana Moneter Internasional (IMF) dalam rangka memperbesar dana lembaga keuangan internasional tersebut, porsi China tentu akan diperbesar dalam proses pengambilan keputusan di dalamnya.

Guna merespons kritik menyangkut kegagalan IMF di Asia, Rusia, dan Amerika Latin, program bantuan IMF pada masa depan tidak lagi dikaitkan dengan persyaratan-persyaratan yang justru telah memperparah krisis di negara-negara yang dibantunya. Ini dipastikan akan mengurangi antipati negara-negara berkembang terhadap IMF yang selama ini identik dengan arogansi AS dalam memaksakan rumus- rumus neoliberal dalam pembangunan di negara lain.

Sikap kooperatif pemerintahan Obama juga ditunjukkan dalam kunjungan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton ke Asia Timur, di mana ia mengumumkan kesediaan AS untuk segera menandatangani Treaty of Amity and Cooperation dalam rangka akses yang lebih besar bagi keterlibatan AS dalam proses-proses regional di ASEAN dan Asia Timur. Fakta tentang kebangkitan China, isu nuklir Korea Utara, serta dinamika regionalisme yang melibatkan ASEAN, Jepang, dan Korea Selatan memerlukan kehadiran AS sebagai faktor penyeimbang di kawasan ini.

 

Tantangan ke depan

Sinyal-sinyal ”bersahabat” dari pemerintahan Obama telah meretas jalan bagi penurunan ketegangan internasional yang dipicu sikap antidialog dari pemerintahan Bush. Ini selaras dengan kebutuhan mendesak akan suatu kepemimpinan global yang diterima luas masyarakat internasional dalam rangka memecahkan beragam persoalan lintas negara, seperti ancaman terorisme, perubahan iklim, dan resesi global.

Sementara itu, invasi militer Bush di Irak dan Afganistan menyisakan persoalan yang pelik bagi Obama. Keinginan Obama mengurangi kehadiran pasukan AS di Irak harus diaplikasikan dengan hati-hati. Kondisi rawan konflik, rapuhnya institusi demokrasi, dan perimbangan kekuatan yang labil di lapangan menyebabkan kehadiran pasukan AS sebagaistabilizing factor masih dibutuhkan di Irak dalam beberapa tahun ke depan.

Dalam kasus Afganistan, Obama telah mengumumkan suatu strategi baru, termasuk penambahan jumlah pasukan. Alih-alih memaksakan penegakan demokrasi di Afganistan, strategi ini ditujukan untuk mempertajam prioritas pada perang melawan terorisme dan menopang stabilitas.

Di tengah suramnya ekonomi AS, pesan penting di balik pendekatan Obama yang persuasif dan dialogis dalam politik global adalah keinginan AS untuk berbagi beban (burden sharing) dalam menegakkan tata ekonomi dan politik internasional yang lebih kondusif bagi semua pihak. Sulit disangkal, pendekatan ini telah menumbuhkan citra baru AS sebagai kekuatan adidaya yang lebih ramah (benign), demokratis, dan manusiawi.

Syamsul Hadi Pengajar DepartemenHubungan Internasional FISIP UI

Kompas, Kamis, 30 April 2009


AddThis
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
Masukkan Kode Anti-Spam yang ada pada Gambar di Atas Pada Kolom Kosong Di Sampingnya

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 

Perspektif

Pendekatan Holistik RUU Keimigrasian

Kamis, 22 Juli 2010

Arya Sandhiyudha As Master dalam bidang Strategic Studies dan penerima Certificate in Terrorism Studies dari S. Rajaratnam School of International Studies   Dewan...

Oprah, Akhir Sebuah Era?

Senin, 23 November 2009

News image

By Kevin ConollyKetika kebanyakan perusahaan Amerika mengumumkan rencana bisnis yang baru, biasanya pengumuman itu hanya disampaikan lewat sebuah pernyataan di bursa Wall Street atau dalam pertemuan dengan beberapa orang analis ...

Ubi Cilembu Potensi Pangan Lokal yang Populer di Pasar Internasional

Minggu, 22 November 2009

News image

Ubi jalar dikenal dengan nama ketela rambat, huwi boled (Sunda), tela rambat (Jawa), sweetpotato (Inggris), dan shoyo (Jepang) merupakan sumber karbohidrat yang cukup penting dalam sistem ketahanan pangan ki...

Kiamat "2012" (Hanya) di Film

Senin, 16 November 2009

News image

Kiamat itu sudah dekat? Apa jadinya bila bumi yang selama ini kita pijak tiba-tiba amblas dan hilang tertelan air laut? Mulai dari rumor sampai data-data ilmiah sert...

Budaya Air di Sunda

Sabtu, 14 November 2009

Oleh Jakob Sumardjo ...

Tentang Gempa di Masa Islam

Rabu, 11 November 2009

News image

Arsitek-arsitek di masa Islam, juga telah membuat bangunan-bangunan tahan gempa.Fenomena alam berupa gempa bumi, sejak awal menjadi kajian ilmuwan Muslim. Al-Kindi, misalnya, yang merupakan ahli matematika, fisika, dan astronomi, membuat ...

Serigala Terakhir, Konflik untuk Pendewasaan Masyarakat

Kamis, 5 November 2009

News image

Di sebuah pinggiran Jakarta dengan sekelompok remaja laki-laki tumbuh dan menjalin persahabatan yang kuat. Mereka adalah Ale [Fathir Muchtar], Jarot [Vino G. Bastian], Lukman [Dion Wiyoko], Sadat [Ali Syakieb], dan ...

Film Epik Nabi Muhammad Akan Dibuat

Selasa, 3 November 2009

News image

DOHA - Sebuah film epik tentang Nabi Muhammad akan segera dibuat. Tak tanggung-tanggung, rencananya film yang ditujukan untuk memberikan pemahaman kepada publik tentang arti sebenarnya Islam itu akan diproduseri oleh ...

Membedah Kisah Banjir Besar Zaman Nabi Nuh

Sabtu, 31 Oktober 2009

Peristiwa banjir besar itu diperkirakan terjadi sekitar 6.000 tahun yang lalu.Membaca kisah Nabi Nuh AS yang terdapat dalam Alquran, Injil (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru), ataupun buku-buku yang membahas seputar ...

Memberdayakan Pendidikan Seni Sunda

Rabu, 28 Oktober 2009

Oleh Djasepudin Rasa cinta dalam memelihara seni, sastra, dan budaya Sunda bisa diungkapkan dengan beragam cara. Untuk para seniman, tentu cara yang paling merenah adalah berkesinambungan dalam mencipta dan menampilkan ...

Emak Ingin Naik Haji

Rabu, 28 Oktober 2009

News image

Jika tak ada aral, November mendatang satu lagi karya film berbalut tema religi menyerbu bioskop. Film berjudul Emak Ingin Naik Haji ini nantinya akan menjadi film yang akan menambah semar...

Islam dalam Pandangan Barat

Selasa, 27 Oktober 2009

Nikolaos van Dam(Duta Besar Belanda untuk Indonesia)Banyak orang Barat belum pernah menapakkan kaki di negeri Arab atau dunia Islam, tetapi mereka mendapat kesan tentang Islam dan Muslim melalui media masa ...

Optimisme Generasi Muda

Selasa, 27 Oktober 2009

Oleh Azyumardi AzraHari-hari ini, seputar peringatan 81 tahun Sumpah Pemuda, banyak kalangan generasi lebih senior gelisah. Kegelisahan itu tecermin dari berbagai konvensi, seminar, dan diskusi yang kebetulan saya terlibat sebagai ...

Membangun Kembali Nasionalisme Kaum Muda

Selasa, 27 Oktober 2009

Muhammadun AS(Peneliti Cepdes Jakarta)Hai pemuda dan pemudi, engkau pembina hari kemudian. Orang mengatakan bahwa engkau itu adalah pupuk hari kemudian. Jangan terima! Kita ini bukan sekadar pupuk. Kami lebih dari ...

Ruma Maida: Perjuangan Mendidik Anak Jalanan

Senin, 26 Oktober 2009

News image

Cerita bermuara pada perjuangan Maida.Ia ingin mempertahankan rumah tua tempatnya mendidik anak-anak jalanan di ibukota. Di film, Maida digambarkan sebagai gadis kikuk yang idealis. Bertah...