Ketua PABBSI: Bangga, Lifter Indonesia Ukir Prestasi Dunia di Korsel PDF Cetak E-mail
PABBSI
Senin, 23 November 2009 00:00
Jakarta - Di tengah keterpurukan prestasi olahraga nasional, pengibaran bendera merah putih lagi-lagi dikumandangkan oleh para atlit angkat besi. Ini terjadi saat lifter Eko Yuli Irawan berhasil menggaet emas dalam Kejuaraan Dunia Angkat Besi Kelas 62 kilogram yang diselenggarakan di Goyang, Korea Selatan. Atlet lainnya, Triyatno berhasil menoreh prestasi peringkat 3 di kelas 69 Kilogram (22/11).

Ketua Persatuan Angkat Besi, Angkat Berat dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI) Adang Daradjatun mengucapkan selamat kepada para atlet dan pelatih yang telah memberi kebanggaan prestasi olahraga Indonesia di mata dunia.

"Suatu kebanggaan bagi kita semua bahwa seorang atlit Indonesia dapat memperoleh medali emas pada pertandingan tingkat dunia," tutur Adang yang kini juga duduk sebagai anggota DPR-RI.

Keberangkatan para lifter ini ke Kejuaran Dunia ini sebenarnya tidak dibebani target harus juara. Dalam keterangannya,  PABBSI hanya menggunakan ajang ini sebagai pemanasan sebelum SEAGames yang berlangsung sebentar lagi. 

Sonny Kasiran, Ketua Bidang Angkat Besi PABBSI, mengatakan bahwa atlet yang berangkat ke Goyang memang tidak ditargetkan macam-macam. "Kejuaraan dunia ini masih bagian dari latihan," terang Sonny.

Terima Kasih Media
Dalam kesempatan yang sama Adang Daradjatun juga mengucapkan rasa terima kasih kepada media yang memuat prestasi emas ini menjadi berita utamanya. 

"Saya senang prestasi 
yang ditoreh atlit nasional kita menjadi berita utama di medianya, terutama Kompas yang menempatkan kemenangan Eko di halaman utama. Semoga ini dapat memberi semangat yang lebih bagi para atlit dan juga menjadi doa dari seluruh pembaca kepada para pahlawan olahraga yang sedang berjuang mengukir prestasi dunia," jelas Adang.


Dalam kejuaraan Angkat besi ini, Eko berhasil menggaet emas di kelas 62 Kilorgram dalam kategori clean and Jerk dengan beban angkatan terbaik 175 Kg. Sementara untuk angkatan jenis snatch Eko hanya mampu meraih posisi ketiga dengan beban angkatan 140 Kilogram. Dari total angkatan, Lifter kelahiran Lampung ini meraih peringkat kedua.

Prestasi atlit lainnya, Triyatno berhasil meraih posisi ketiga di kelas 69 Kg. Triyatno kalah dengan lifter Hui Liao di peringkat pertama dan Arakel Mirzoyan di peringkat kedua.

Sehari sebelumnya, Jadi Setiadi yang turun di kelas 56 Kg belum mengeluarkan kemampuan maksimalnya, sehingga hanya menempati posisi keempat. Ia dibawah Qingquan Long (China) Jingbioa (China dan Sergio Alvarez (Kuba). Total beban 273 kilogram, terpaut 1 poin dari atlet Alvarez.

(tim adangdaradjatun.com)

AddThis
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
Masukkan Kode Anti-Spam yang ada pada Gambar di Atas Pada Kolom Kosong Di Sampingnya

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 

Jadi Setiadi Tambah Emas Indonesia

News image

Laos - Atlet angkat berat Jadi Setiadi  menambah medali emas bagi Indonesia dengan memenangi nomor 56kg pada SEA Games Laos, Kamis 10/12/2009).Keberha...

Kamis, 10 Desember 2009

Koko Prasetyo Pembawa Bendera Kontingen Indonesia

News image

Laos - Atlit voli pantai Koko Prasetyo ditetapkan sebagai pembawa bendera kontingen Indonesia saat defile kontingen peserta Sea Games XXV, Laos, yang ...

Rabu, 9 Desember 2009

Gelar Juara Dunia Perdana

News image

Jakarta - Gelar juara dunia 2009 kelas 62 kg, Eko Yuli Irawan, adalah gelar pertama yang diraih Eko di kejuaraan dunia. Karena itu Eko pantas berbangg...

Rabu, 25 November 2009

next
prev