adangdaradjatun.com
Keberhasilan Tukul Arwana Berfikir Positif dan Motivamor PDF Cetak E-mail
Sosial Budaya
Selasa, 24 November 2009 21:00

Cimahi - Berpikir positif (positive thinking) serta kerja keras menjadi kunci sukses komedian Indonesia yang terkenal dengan banyolan yang khas, tepuk tangan ala monyet, bahasa inggris ala Tukul Arwana.

"Untuk bisa mencapai semua dalam hidup saya sekarang ini, saya selalu berpikir positif serta kerja keras," kata Tukul Arwana, saat memberi materi dalam Kuliah Umum bertajuk "Motivamor bersama Mr Tukul" di Aula Sasana Krida Kampus Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Kota Cimahi, Jabar, Selasa.

Selanjutnya...
 
Acara Donor Darah, "Mendadak Ceramah" di Masjid Al-Musyawarah PDF Cetak E-mail
PDDI
Sabtu, 25 Juli 2009 19:32
Jakarta - Sejatinya, Adang Daradjatun datang ke Masjid Al-Musyawarah di Jl Pinang Emas I Jakarta Selatan hanya untuk melakukan kegiatan donor darah yang biasa ia lakukan. Tapi, karena ketua dan para pengurus utama Yayasan Masjid yang mengadakan acara ini bersepakat meminta kesediaan untuk berbagi cerita, mantan wakapolri ini pun tak bisa menampiknya.

Keinginan para pengurus ini tiba-tiba saja terlontar untuk berbagi cerita tentang kebangsaan dari para pengurus. "Sebagai tokoh dan orang yang penting, apalagi ia sangat dikenal, pengalamannya akan sangat berharga jika mau di-sharing ke kita-kita," begitu tutur Mustafa, pengurus masjid Al-Musyawarah kepada redaksi.

Adang yang tak bisa menampik ajakan itu, langsung digiring ke tengah masjid dan duduk bersama. "Saya biasa tiba-tiba diminta untuk diajak ngobrol kayak begini kalau ada kegiatan donor darah di beberapa tempat," kata Adang yang disambut tawa peserta yang mulai duduk melingkar.

Tidak banyak yang ikut dalam diskusi ini, kecuali pengurus masjid dan dua ketua RT setempat yang tampak antusias dari awal ingin mengobrol dengan mantan calon gubernur DKI ini. "Saya dulu pemilih pak Adang. Cuma sayangnya ia tak kepilih saja," katanya kepada redaksi.

Soroti Pendidikan bagi Remaja
Adang yang kini menjadi calon terpilih anggota dewan legislatif dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini pun memilih berbagi pengalaman tentang kebangsaan dan kondisi politik ekonomi sosial dan budaya.

Sorotan yang paling tajam dari diskusi tersebut adalah pertanyaan dari salah satu pengurus tentang generasi muda yang seperti kurang roh ke-Indonesiaannya?

Apa jawabnya? Adang pun bercerita

"Dalam satu kesempatan bertemu dengan para guru, saya melantunkan lagu semasa kecil. "Oh Ibu dan Ayah Selamat Pagi, Ku Pergi Sekolah Sampai Kan nanti." Mendengar hal ini mereka pun bertanya, "Kok pak Adang masih inget lagu itu?"

Pertanyaan ini kemudian saya balik, kenapa anak muda sekarang tidak mampu menghafal lagu-lagu berbudi pekerti seperti itu? Justru di masa muda sekarang ini saatnya memberi mereka pengertian akan arti tata krama, sopan santun dan rasa keIndonesiaan, sehingga di masa nantinya ia akan memberikan contoh kepada generasi selanjutnya. Dan itu adalah tugas dari para guru," tutur Adang mengakhiri cerita.

Alhamdulillah, lanjut Adang, undang-undang saat ini telah mengamanatkan 20 persen anggarannya untuk pendidikan. Jika ini digunakan dengan sebaik-baiknya, Insya Allah kita tidak perlu lagi belajar ke negara tetangga untuk memperoleh gelar dokter, katanya.

Saat ini adalah kesempatan bagi presiden SBY yang terpilih untuk mengamanatkan pilihan rakyat dengan memilih orang-orang yang tepat dan amanah. "Tidak ada waktu lagi bagi bangsa ini karena 5 tahun mendatang negara ini akan melakukan regenerasi kepemimpinan," kata Adang.


Tak Jadi Donor Darah
Acara donor darah sendiri berlangsung di teras masjid dengan memanfaatkannya sebagai tempat pendaftaran. Sementara ruang perpustakaan digunakan untuk pelaksanaan kegiatan donoh darah.

Ada 4 tempat tidur yang difungsikan sebagai tempat pengambilan darah. Sementara di luar disediakan beberapa kursi untuk peserta yang menunggu panggilan untuk mendonorkan darahnya.

Tampak ada satu dokter yang mengecek darah, satu asisten yang melakukan transfusi dan beberapa panitia setempat.

Adang sendiri sampai di lokasi pukul 10.20 WIB. Tak seberapa lama setelah bercengkrama dan melihat-lihat pelaksanaan acara, ketua Perhimpunan Donor Darah ini pun langsung ke meja dokter setelah mendapat panggilan untuk donor darah. Belum sempat cek, sang dokter buru-buru mengonfirmasi usia Adang yang sudah 60 tahun.

"Katanya, kalau sudah seusia segitu jaraknya minimal 6 bulan. Padahal saya baru 4 bulan yang lalu donor darah. Jadi saya tidak diperbolehkan," tutur Adang yang tampak kecewa. Mendengar cerita ini warga yang hadir pun tertawa.

Meski tak jadi donor darah, Adang dengan setia menunggu para pendonor dan tampak mengobrol dengan mereka.

Kegiatan ini usai pukul 11.45. Dimulai dari pukul 08.30 WIB, panitia berhasil mengumpulkan 54 kantong darah. "11 lainnya tidak jadi dikarenakan kondisi pendonor tidak dalam kondisi fit, atau belum waktunya seperti pak Adang tadi," tutur Mustafa, Ketua pelaksana Donor Darah di Masjid al-Musyawarah.

"Sampai saat ini, kegiatan donor di masjid ini telah dilakukan rutin setiap 4 bulan dari semenjak 2007 lalu. Alhamdulillah acara bisa berjalan lancar semua sampai selesai." cerita Mustafa mengakhiri pembicaraan kami.

(tim adangdaradjatun.com)
 
Laskar Pelangi Awali Festival Film di Praha PDF Cetak E-mail
Sosial Budaya
Senin, 18 Mei 2009 21:46

 

Praha - Film Laskar Pelangi yang menceritakan perjuangan guru dan 10 siswa di Belitong, Bangka Belitung, akan mengawali Festival Film Indonesia 2009 di Praha, Republik Ceko, Selasa malam.

Festival film dengan tema Retrospektif Film Riri Riza, yang berlangsung di City Library Hall Praha hingga tanggal 21 Mei mendatang itu mendapat perhatian dari pemenang Oscar dari Ceko Jiri Menzel, kata 

Selanjutnya...
 
Saudi Jamin Ibadah Haji Aman PDF Cetak E-mail
Dunia
Rabu, 25 November 2009 13:41

Mina - Pemerintah Arab Saudi yakin, tidak akan terjadi serangan mendadak oleh penyusup saat berlangsungnya serangkaian ritual ibadah haji mulai Kamis pekan ini.

"Saya yakin, tidak akan ada serangan mendadak, kami tidak akan biarkan hal itu erjadi dan kami sudah merencanakan pengamanan berdasarkan pengalaman kami melayani jemaah haji dari tahun ke tahun," kata Jubir Depdagri Arab saudi Mayjen Mansour Al-Turki seperti dikutip Arab News, Rabu (25/11/2009).

Selanjutnya...
 
Presiden Obama Kutuk Pemboman di Jakarta PDF Cetak E-mail
Dunia
Sabtu, 18 Juli 2009 00:35

New York  - Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengutuk pemboman di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton Jakarta dan menyatakan bahwa pemerintahnya, "sebagai sahabat maupun mitra", siap membantu Indonesia untuk memulihkan diri pasca serangan tersebut. 

"Saya sangat mengutuk serangan yang terjadi pagi ini di Jakarta dan menyatakan duka cita saya yang terdalam kepada seluruh korban dan orang-orang yang mereka cintai," kata Presiden Obama dalam pernyataan yang dikeluarkan Gedung Putih di Washington, Jumat. 

Obama menekankan bahwa AS tidak ingin membiarkan Indonesia sendiri dalam menghadapi musibah serangan bom Jumat. 

"Rakyat Amerika berdiri berdampingan dengan rakyat Indonesia pada saat yang berat ini, dan pemerintah AS siap membantu pemerintah Indonesia dalam menghadapi dan memulihkan diri dari serangan yang keterlaluan ini, sebagai seorang sahabat dan sebagai mitra," kata Obama. 

Obama mencatat bahwa Indonesia sejauh ini telah menunjukkan keberhasilan dalam memerangi terorisme. 

Namun pada saat yang sama, ia mengingatkan bahwa terorisme tetap menjadi ancaman nyata yang dihadapi semua pihak. 

"Indonesia dengan sabar terus memerangi kalangan garis keras yang kejam, dan telah berhasil mengekang kegiatan teroris di wilayahnya.

"Namun, serangan-serangan ini menunjukkan dengan jelas bahwa para ekstrimis terus bertekad untuk membunuhi perempuan, laki-laki dan anak-anak tidak berdosa dan penganut keyakinan apapun di semua negara," kata Obama menekankan. 

Di akhir pernyataannya, Obama menggarisbawahi bahwa AS akan terus menjalin hubungan dan kerjasama dengan Indonesia dalam menentang terorisme. 

"Kami akan terus bermitra dengan Indonesia dalam melenyapkan ancaman dari para penganut garis keras yang kejam ini, dan kami akan teguh dalam mendukung masa depan yang aman dan penuh dengan kesempatan yang terbuka bagi rakyat Indonesia," kata Obama. 

Pernyataan serupa juga dikeluarkan oleh Menteri Luar Negeri Hillary Clinton pada hari yang sama, sebagai reaksi terhadap serangan bom di kedua hotel di Jakarta. 

Hillary menyatakan kutukannya terhadap serangan itu dan menyampaikan kesiapan AS untuk membantu Indonesia. 

"Kami mengutuk aksi kekerasan yang tidak berperikemanusiaan ini dan kami siap memberikan bantuan jika pemerintah Indonesia meminta kami melakukannya," kata Clinton. 

"Serangan itu menunjukkan kekejaman para ekstrimis dan memperingatkan kepada kita bahwa ancaman teroris adalah hal yang sangat nyata," tambahnya.

Ia mengajak Indonesia dan semua negara untuk terus bekerja sama dalam memerangi terorisme. 

"Tidak ada prioritas yang lebih tinggi bagi kita selain menghadapi ancaman ini bersama-sama dengan negara-negara lain dengan sama-sama memiliki komitmen untuk membentuk masa depan yang lebih damai dan sejahtera," katanya.

(tim adangdaradjatun.com / s:antara)

 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Berikutnya > Akhir >>

Halaman 1 dari 9