Dari Laan Holle sampai Sabang, Banjir Tidak Absen PDF Cetak E-mail
Potret Jakarta
Minggu, 15 November 2009 10:18
Jakarta - Banjir tidak pernah absen dari ruas jalan itu. Sejak masih menyandang nama Laan Holle hingga kini bernama Jalan H Agus Salim atau lebih dikenal dengan nama Jalan Sabang, genangan air segera mengumpul ketika hujan turun beberapa jam saja.
Saat hujan, jalan ini pun tergenang. Tiga puluh menit setelah hujan lebat, genangan air membuat para pramuniaga toko segera sibuk mengangkati barang dagangan ke tempat yang lebih tinggi agar tidak basah.
Air yang semula menggenangi jalan akhirnya menyerbu masuk ke beberapa toko. ”Banjir sudah langganan di sini. Begitu hujan lebat turun, kami segera siap-siap mengungsikan barang ke tempat yang lebih tinggi. Tinggi air waktu hujan kemarin sampai 40 sentimeter di dalam toko. Kalau sudah hujan, kami pasti sibuk,” tutur Andri, pramuniaga toko Foto Bazar.
Lantaran banjir, toko ini segera tutup setelah barang-barang dagangan ditempatkan di tempat yang lebih tinggi. ”Kalau toko sudah tutup, giliran kami yang mengungsi ke lantai dua karena di bawah sudah tergenang air,” ucap Andri lagi.
Sebagian pemilik toko di Sabang menyediakan lantai dua dan tiga untuk rumah. Saat hujan turun lebat, lantai atas menjadi tempat mengungsi pemilik serta karyawan toko.
Genangan air terutama terjadi mulai dari simpang empat Jalan Wahid Hasyim hingga sebelum toko busana Robinson, sepanjang sekitar 200 meter. Daerah ini terletak lebih rendah dari kawasan sekitarnya sehingga air mengumpul dan menggenang di situ.
Kendaraan mogok pun menjadi pemandangan yang biasa. Kendaraan yang memaksa masuk ke Sabang sering kali terjebak di tengah air dan mogok.
Sejak Zaman Belanda
Mira Setiawan (78) tinggal di Sabang sejak jalan itu masih disebut Laan Holle. Mira lahir dan besar di kawasan ini. Orangtuanya dulu menjadikan lantai bawah rumah mereka sebagai toko bahan pokok. ”Tahun 1940-an, banyak rumah yang jadi supermarket. Lakunya minta ampun karena belum ada supermarket besar, apalagi mal,” kata Mira.
Supermarket itu kini telah berganti toko fotografi. Namun, ada satu hal yang tidak berubah hingga kini, yakni banjir. Kendati terletak di jantung ibu kota negara, kawasan ini rupanya belum bisa bebas dari banjir. Banjir sudah menjadi langganan, bahkan sejak zaman Belanda.
Rini (80) juga merasakan banjir sejak lama. Setelah pindah ke Laan Holle saat berumur 19 tahun, Rini akrab dengan banjir saat musim hujan.
”Apalagi rumah kami dulu lebih rendah dari jalan sehingga kalau banjir air pasti masuk ke dalam,” ucap Rini yang sejak dulu berjualan bahan pokok dan aneka kebutuhan sehari-hari.
Sekarang, bagian dalam rumah sudah ditinggikan sekitar setengah meter sehingga air tidak cepat masuk ke dalam rumah. Walaupun begitu, semua barang dagangan tetap harus diganjal dengan kotak-kotak plastik agar terhindar dari genangan air.
Rini mengatakan, dulu ada dua sungai yang kasatmata. Sungai mengapit jalan yang kini bernama Jalan Wahid Hasyim. Jika hujan lebat, air hujan sering meluber dari sungai. Namun, jika kering, anak-anak sering bermain di sungai itu karena airnya jernih dan dangkal. Saat ini kedua sungai yang memanjang sampai ke arah Sarinah itu sudah tidak tampak lagi karena dijadikan selokan tertutup.
Setelah pedagang kaki lima (PKL) marak berjualan di tepi-tepi Jalan Sabang, air yang masuk ke toko-toko pun semakin keruh. Mira mengatakan, aneka jenis sampah sisa dagangan, seperti tusuk sate dan daun pisang, ikut terbawa bersama air selokan. Baunya minta ampun karena semua sampah dan bekas cucian piring PKL ikut dibuang ke selokan.
Sekarang memang agak lumayan karena PKL berkurang setelah pemerintah menertibkan kawasan ini. Hanya banjir tidak berubah sedari dulu.
Kepala Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Pusat Agus Priyanto mengakui bahwa banjir di Sabang tidak mudah diatasi. Padahal, Pemkot Jakarta Pusat sudah menyiagakan pompa air di Gedung Jaya, Jalan MH Thamrin, untuk menyedot air dari Sabang.
Kiranya air dari Sabang macet di saluran air, lantaran rongga saluran yang sempit serta sampah bertumpuk. Sempitnya rongga saluran disebabkan rumitnya jaringan peralatan yang ada di bawah jalan. Selain jaringan PDAM, ada pula jaringan PLN dan Telkom yang tertanam di tanah. ”Mungkin sejak zaman Belanda,” ucap Agus.
Permasalahan ini kiranya perlu segera diatasi untuk menunjukkan ada kemajuan zaman kini dibandingkan masa lalu. Apalagi Sabang terletak di pusat kota yang juga menjadi cermin penataan Ibu Kota.
(tim adangdaradjatun.com/kompas)
AddThis
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
Masukkan Kode Anti-Spam yang ada pada Gambar di Atas Pada Kolom Kosong Di Sampingnya

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 

Berita

Adang Daradjatun Mengikuti Rapat Paripurna Pengesahan Anggota LPSK

Selasa, 7 Februari 2012

News image

Jakarta – Adang Daradjatun mengikuti Rapat Paripurna Pengesahan Anggota LPSK di Gedung DPR RI hari ini (7/2/2012). Rapat ini di pimpin oleh Pimpinan dewan Priyo Budi Santosa  yang membahas b...

Adang Daradjatun Hadiri Rapat Dengar Pendapat Umum di Komisi III DPR RI

Senin, 6 Februari 2012

News image

Jakarta – Adang Daradjatun serius mengikuti rapat dengar pendapat umum Anggota Komisi III DPR RI hari ini (06/02/2012) yang dipimpin wakil Ketua Komisi III DPR RI Azis Syamsudin.Ada empat e...

Adang Daradjatun Menghadiri Rapat Panitia Kerja RUU Penanganan Konflik Sosial

Jumat, 3 Februari 2012

News image

Bogor -  Drs. H Adang Daradjatun menghadiri rapat Panja  pansus RUU Penanganan Konflik Sosial tanggal 1-3 Februari 2012 di wisma Kopo DPR RI, Cisarua Bogor....

Komisi III DPR Ri Raker dengan Kapolri

Jumat, 3 Februari 2012

News image

Jakarta - Komisi III DPR dan Kapolri menggelar rapat kerja dengan Kapolri Jenderal Timur Pradopo di gedung DPR, Jakarta, Rabu (1/2/2012). Rapat kerja ini membahas kerusuhan di b...

Rapat Kerja Nasional PB PABBSI Untuk Kelanjutan Prestasi

Kamis, 26 Januari 2012

News image

Jakarta – Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Angkat Berat dan Binaraga Se-Indonesia (PB PABBSI) mengadakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas 2011) di Hotel Kaisar Duren Tiga Jakarta kemarin (25/1/2012) dengan T...

Donor Darah PDDI, Relawan Oranye dan Republika di Masjid At Tin

Sabtu, 31 Desember 2011

News image

Jakarta - Ketua Perhimpunan Donor Darah Seluruh Indonesia (PDDI) Adang Daradjatun menghadiri acara donor darah pada acara Dzikir Nasional Republika di Masjid At Tin Jakarta Timur hari ini (31/12/2011). Acara ...

Silaturahmi dan menyerap aspirasi masyarakat Jakarta Barat

Jumat, 23 Desember 2011

News image

Jakarta - Bertempat di Gedung Perkumpulan Sosial Chiu Ling Thong Siang Hwee RT 03/03 Kelurahan Pekojan, Kec. Tambora Jakarta Barat, Adang Daradjatun, anggota DPR-RI komisi III frak...

Silaturahmi dan serap Aspirasi masyarakat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu

Rabu, 21 Desember 2011

News image

Jakarta – Adang Daradjatun mengadakan silaturahmi dan menyerap aspirasi masyarakat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu dilaksanakan di Restoran bumbu desa Kelapa Gading Jakarta Utara 21 Desember 2011...

Adang Daradjatun Memberikan Santunan Anak Yatim di Cilincing

Minggu, 18 Desember 2011

News image

 Jakarta - Anak-anak Kelurahan Cilincing beserta orang tuanya memenuhi aula masjid Nur Daradjatun pagi ini, juga murid TK Anggrek Merah dan warga yang ada di rumah susun Marunda. Me...

PT KAI Beri Penghargaan kepada Atlet PABBSI Peraih Medali Sea Games XXVI 2011

Selasa, 6 Desember 2011

News image

Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (persero) sebagai BUMN yang membina dan menjadi Bapak asuh cabang olah raga PABBSI (Persatuan Angkat Berat, Binaraga, Angkat Besi seluruh Indo...

Hari Pertama, Angkat Besi sumbangkan 3 Emas untuk Indonesia

Sabtu, 19 November 2011

News image

Palembang - Lifter Eko Yuli Irawan dan Triyatno jadi bintang pada hari pertama pertandingan cabang angkat besi SEA Games XXVI di Gedung Dempo Jakabaring Sport Centre Palembang, Jumat (18/11). Keduanya ...

Sebanyak 80 lifter mengikuti cabang Angkat Besi

Jumat, 18 November 2011

News image

Palembang - Sebanyak 80 lifter dari sembilan negara di Asia Tenggara mengikuti SEA Games 2011 yang diselenggarakan di Palembang, mulai Jumat (18/11). Dalam ...

Pelantikan Pengurus Pusat BAMMUS Sunda

Senin, 7 November 2011

News image

Bandung - Pelantikan pengurus Badan Musyawarah Masyarakat (Bamus) Sunda periode 2011 - 2014 di Graha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jln. Dipati Ukur Bandung, Sabtu (5/11). Dalam acara ters...

Adang Daradjatun Silaturahmi dan Serap Aspirasi masyarakat Jakarta Barat

Sabtu, 5 November 2011

News image

Jakarta - Adang Daradjatun kembali melakukan silaturahmi dan menyerap aspirasi masyarakat Jakarta Barat yang dilakukan di Saung Akmal Kresek Kalideres hari Kamis (3/11/2011). Hadir dalam acara ini ...

Adang Daradjatun Silaturahmi dan Menyerap Aspirasi Masyarakat Jakarta Utara

Jumat, 4 November 2011

News image

Jakarta - Silaturahmi dan menyerap Aspirasi Masyarakat Jakarta Utara bersama bpk Drs. Adang Daradjatun, anggota DPR RI Komisi III, Fraksi PKS bertempat di Kecamatan Koja Jakarta Utara hari (2/11/2011). ...