Sufisme di daerah Kampung Adat Dukuh Garut PDF Cetak E-mail
Nusantara
Sabtu, 11 Juli 2009 05:12

 

 

Warga Kampung Adat Dukuh di Desa Cijambe Kecamatan Cikelet Kabupaten Garut, Jawa Barat, selain berpola budaya berlandaskan religi yang sangat kuat, juga berpandangan hidup berlandas pada sufisme dengan berpedoman pada Mazhab Imam Syafii.

Sehingga landasan budaya tersebut, berpengaruh pada bentukan fisik pedesaan dan adat istiadat masyarakatnya, yang sangat menjunjung keharmonisan serta keselarasan hidup bermasyarakat, ungkap Kepala Bidang Pemasaran pada Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan setempat Herman Santoso, Senin.

Bahkan idealisme itu, juga berpengaruh pada struktur bangunan penduduknya yang tidak membolehkan menggunakan dinding dari tembok, atau atap dari genteng serta tidak boleh membuat jendela dari kaca, katanya.

Dengan alibi apapun yang bersifat kemewahan, akan mengakibatkan suatu sistem masyarakat menjadi tidak harmonis, malahan tidak diperkenankan pula adanya prasarana listrik dan pemasangan televisi serta radio, yang mereka yakini selain mendatangkan manfaat yang banyak, juga bisa mendatangkan banyak kemudaratan.

Sedangkan peralatan makan yang digunakan, hanya terbuat dari pepohonan seperti layaknya bangunan, diantaranya bambu batok kelapa dan bahan kayu lainnya, karena material itu dipercaya memberikan manfaat ekonomis dan kesehatan karena tidak mudah hancur atau pecah sekaligus dapat menyerap kotoran.

Perkampungan adat yang berjarak sekitar 1,5 km dari Desa Cijambe atau 120 km arah selatan dari pusat Kota Garut, bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi atau kendaraan umum hingga Kecamatan Cikelet, dilanjutkan dengan jasa angkutan ojeg sampai lokasi.

Luas kampungnya 1,5 Ha, yang terdiri tiga wilayah meliputi Kampung Dukuh Dalam, Dukuh Luar serta kawasan khusus Makam Karomah, ungkap pemuka pemuda setempat Yayan ketika dihubungi  dari Garut.

Dia mengatakan, wilayahnya merupakan perkampungan tradisional atau adat yang masih menganut kepercayaan nenek moyang, dan masyarakat disini juga masih mematuhi "Kasuaran Karuhun" atau yang dikenal dengan istilah Tabu sesuai dengan nasihat Leluhur kami, katanya.

Sementara itu, keunikannya berupa keseragaman struktur dan bentuk arsitektur bangunan pemukiman msyarakat, hanya terdiri puluhan rumah yang tersusun pada kemiringan tanah bertingkat, namun setiap tingkatan terdapat deretan rumah membujur dari barat ke timur.

Miliki banyak ritual

Mereka juga melaksanakan upacara "Moros", sebagai wujud masyarakat adat untuk memberikan hasil pertanian kepada pemerintahan setempat.

Ciri khas lainnya hingga kini sama sekali tidak terpengaruh oleh kemajuan jaman, bahkan nyaris tidak mengenal perkembangan IPTEK.

Kawasan Kampung Dukuh seluas 10 ha tediri 7 ha Wilayah Kampung Dukuh Luar, 1 ha Kampung Dukuh Dalam serta sisanya merupakan lahan kosong atau lahan produksi, terdapat pula areal yang dikenal wilayah "Karomah". sebagai lokasi makam "Syekh Abdul Jalil", ujar Yayan.

Di kampung "Dukuh Dalam" hanya terdapat 42 rumah dan bangunan Mesjid, dihuni 40 Kepala Keluarga (KK) atau 172 orang, sedangkan Kampung "Dukuh Luar" dihuni 70 KK, dengan mata pencaharian utamanya bertani, beternak ayam, bebek, kambing, domba, kerbau serta memelihara ikan dan usaha penggilingan padi.

Pola budaya aspek non fisiknya berupa ritual budaya antara lain "ngahaturan tuang" (menawari makan), merupakan adab masyarakat kepada pengunjung dari luar.

Jika memiliki keinginan tertentu seperti kelancaran usaha, perkawinan, jodoh, mereka memberi garam, kelapa, telur ayam, kambing atau lainnya sesuai kemampuan.

Kemudian "nyanggakeun" (menyerahkan),  kegiatan penyerahan sebagian hasil pertanian kepada "Kuncen" (juru kunci) untuk diberkahi, dan masyarakat-pun tidak dirbolehkan memakan hasil panennya sebelum melakukan kegiatan Nyanggakeun.

Selanjutnya "tilu waktos" (tiga waktu), sebagai ritual yang dilakukan Kuncen yakni dengan membawa makanan ke dalam "bumi alit atau bumi lebet" (rumah kecil atau rumah dalam) untuk "tawasul",  Kuncen membawa sebagian makanan ke Bumi Allit lalu berdoa, yang biasanya dilakukan pada 1 Syawal, 10 Rayagung, 12 Maulud, 10 Muharam.

"Manuja", yakni penyerahan bahan makanan hasil bumi kepada Kuncen untuk diberkati pada lebaran Idul Fitri dan Idul Adha sebagai bentuk perayaan.

"Moros",  merupakan kebiasaan untuk menyerahkan hasil-hasil bumi yang dimiliki kepada aparat pemerintah seperti lurah dan camat.

Cebor Opat Puluh, adalah mandi dengan empat puluh kali siraman air dari pancuran yang dicampur dengan air khusus namun telah diberi doa-doa pada jamban umum.

Jaroh, merupakan bentuk kegiatan berziarah ke makam Syekh Abdul Jalil, tapi sebelumnya harus melakukan mandi cebor opat puluh dan mengambil air wudhu serta menanggalkan semua perhiasan serta menggunakan pakaian yang tidak bercorak.

Shawalatan, dilakukan pada hari Jumat di rumah kuncen, berupa Shalawatan Karmilah sejumlah 4.444 kali yang dihitung dengan menggunakan batu.

Sebelasan dilakukan setiap tanggal 11 dalam perhitungan bulan Islam dengan membaca Marekah, Terbang Gembrung merupakan kegiatan yang dilakukan pada tanggal 12 Maulud yang dilakukan para orang tua Kampung Dukuh.

Terbang Sejak, merupakan suatu pertunjukan pada saat perayaan seperti khitanan dan pernikahan, yakni sebagai pertunjukkan pertunjukan debus.

Maka terdapat hari-hari penting dan hari besar di Kampung Dukuh antara lain, 10 Muharam, 12 Maulud, 27 Rajab, 1 Syawal Idul Fitri serta pada setiap 10 Rayagung, dengan hari pentingnya Sabtu (Pelaksanaan Ziarah), Rebo Welasan (Hari terakhir bulan Sapar).

Seluruh sumber air yang digunakan masyarakat diberi "jimat" (keampuhan) sebagai penolak bala, dan biasanya diwajibkan untuk digunakan mandi, bahkan pada 14 Maulud dipercaya sebagai hari paling baik untuk menguji dan mencari ilmu kepada para guru dengan melakukan cebor opat puluh, juga terdapat tradisi 30 Bewah sebagai persiapan menjelang melaksanakan ibadah puasa Ramadhan, kata Yayan.

(tim adangdaradjatun.com, s:ant)

 


AddThis
Comments
Add New Search
mohon info lengkap
kunto 2010-01-04 04:39:18

Ass.wbr,...

mohon lestarikan terus apa2 yangbtelah menjadikan keteguhan dan keyakinan untuk menjalankan kehidupan terhadap pepelstarian Alam demikehidpan generasi yang akan datang,..
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
Masukkan Kode Anti-Spam yang ada pada Gambar di Atas Pada Kolom Kosong Di Sampingnya

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 

Berita

Sosialisasi 4 Pilar dengan Masyarakat Kebon Jeruk Jakarta Barat

Minggu, 19 Februari 2017

News image

MPR RI terus berusaha menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan dan rasa nasionalisme sesuai semangat proklamasi kemerdekaan RI tahun 1945. Salah satunya dengan terus mensosialisasikan Empat Pilar MPR RI, yang terdiri atas : ...

Dengar Pendapat Dengan Masyarakat Jakarta Barat

Sabtu, 18 Februari 2017

News image

Pada hari Sabtu 18 February 2017, Bpk. Drs. H. Adang Daradjatun melaksanakan salah satu tugas sebagai Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat  untuk menyelenggarakan Acara Dengar Pendapat Dengan Masyarakat Kecamatan Grogol Petamburan, de...

RDP Dengan BKPM

Senin, 13 Februari 2017

News image

Pada hari Senin, 13 Februari 2017, Komisi VI DPR RI mengadakan Rapat Dengar Pendapat dengam Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia (BKPM) yang dikepalai Bpk. Thomas Trikasih Lembong. RDP kal...

Raker dengan Menteri Keuangan Perihal PP 72/2016

Rabu, 8 Februari 2017

News image

Pada tanggal 08 Februari 2017, Pukul 10.00 WIB, Bpk. Drs. H. Adang Daradjatun bersama dengan Komisi VI DPR RI menyelenggaran Rapat Kerja dengan Menteri Keuangan Ibu Sri Mulyani Indrawati, S.E...

Raker dengan Menteri Perdagangan

Senin, 6 Februari 2017

News image

  Pada hari Senin, 06 Februari 2017, pukul : 10.00WIB Komisi VI DPR RI Mengadakan Rapat Kerja dengan Menteri Perdagangan, Drs. Enggartiasto Lukita, dengan agenda pembahasan evaluasi realisasi APBN 2016 dan re...

POLRI Beri Masukan Baleg Tentang Kewenangan Penyidikan KPPU

Rabu, 18 Januari 2017

News image

Adangdaradjatun.com, Jakarta (Rabu, 18 Januari 2017) – Drs. H. Adang Daradjatun menghadiri Rapat Dengar Pendapat Badan Legislasi DPR RI agenda pemberian masukan atas RUU Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Ti...

Silaturahim Alumni Boedoet 67 pada Awal Tahun 2017

Jumat, 13 Januari 2017

News image

Drs. H. Adang Daradjatun melaksanakan Silaturahim dengan Alumni SMA 1 Boedi Oetomo Jakarta di kediaman Cipete Jakarta Selatan pada 13 Januari 2017. Beberapa teman alumni SMA 1 Boedoet hadir dalam kesempatan in...

Mengunjungi Mushalla Al-Barkah (Program Bina Lingkungan)

Senin, 26 Desember 2016

News image

Adangdaradjatun.com, Jakarta (Senin, 26 Desember 2016) – Di antara bangunan-bangunan yang tersusun rapat di Gang Al-Munawaroh, Tanah Baru, Cengkareng, berdiri kokoh sebuah Mushalla yang letaknya lebih tinggi dibandingkan bangunan-bangunan di se...

Serap Aspirasi dan Pasar Murah di Jakarta Utara

Jumat, 23 Desember 2016

News image

Seperti yang rutin dilakukan pada masa-masa reses sebelumnya, Bpk Drs. H. Adang Daradjatun selaku Anggota DPR RI, melaksanakan kunjungan ke salah satu daerah pemilihannya yaitu Jakarta Utara. Acara diadakan pada ha...

Isi Masa Reses, Bang Adang Gandeng BRI Bantu Masyarakat Dapatkan Modal

Kamis, 22 Desember 2016

News image

Adangdaradjatun.com, Jakarta (Kamis, 22 Desember 2016) – Dari berbagai masalah yang dialami oleh pengusaha-pengusaha kecil, masalah permodalan adalah masalah yang seringkali susah ditemukan jalan keluarnya. Berangkat dari permasalahan tersebut, Drs. H....

Temu Kangen 45 Tahun Prasetya Perwira AKABRI 71

Kamis, 8 Desember 2016

News image

Drs. H. Adang Daradjatun Menghadiri Temu Kangen 45 Tahun Prasetya Perwira AKABRI 1971 di DSTIK - PTIK, Jakarta Pada tanggal  8 Desember 2016. Hadir Dalam Kegiatan ini Para Perwira Akabri 71 yan...

Perhimpunan Kebayaku gelar Pesona Kebaya Nusantara

Rabu, 7 Desember 2016

News image

Untuk melestarikan budaya bangsa sekaligus menyambut Hari Ibu pada tanggal 22 Desember mendatang, Koran Sindo dan Sindonews.com bersama dengan Perhimpunan Kebayaku menggelar acara Pesona Kebaya Nusantara. Acara ini menampilkan berbagai ko...

Baleg Ajukan RUU Aparatur Sipil Negara sebagai RUU Inisiatif DPR

Kamis, 1 Desember 2016

News image

  Adangdaradjatun.com – DPR RI (Kamis, 1 Desember 2016) – Baleg (Badan Legislasi) DPR RI sepakat untuk mengajukan RUU Aparatur Sipil Negara sebagai RUU Inisiatif DPR. Kesepakatan ini dicapai setelah 10 ...

Acara Sosialisasi 4 Pilar di Jakarta Barat

Rabu, 30 November 2016

News image

Pada hari Selasa, Tanggal 30 November 2016, Bpk Drs H. Adang Daradjatun melaksanakan acara : “Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan dan Bernegara” yang kali ini diadakan di Gedung Pertemuan Citra III, Ke...

Baleg Sepakat Revisi UU Aparatur Sipil Negara

Selasa, 22 November 2016

News image

Adangdaradjatun.com, Jakarta (Selasa, 23 November 2016) – Drs. H. Adang Daradjatun selaku anggota Baleg (Badan Legislasi) DPR RI menghadiri Rapat Kerja Harmonisasi RUU Aparatur Sipil Negara. Dalam rapat ini, Baleg se...