Melestarikan Nilai Budaya Lewat Sastra Klasik PDF Cetak E-mail
Nusantara
Rabu, 11 November 2009 14:51
"Seperti ikan melihat umpan, orang berduyun-duyun pergi ke Pasar Malam Rakutenci. Umpan dimakan, langit-langit tersangkut, diangkat orang ke atas... mati. Semua orang kelihatan gembira, tetapi baju mereka kelihatan tipis-tipis dan pudar. Mereka berjalan tergesa-gesa seperti pemuda pergi ke rumah tunangannya. Pada tonggak pintu gerbang tertulis dengan huruf besar-besar seperti pada tugu peringatan: Dengan bantuan Sendenbu...”

Begitulah Abdullah Idrus atau biasa disebut Idrus saja, pengarang klasik Indonesia, menggambarkan suasana pasar malam di Prinsenpark pada masa Jepang. Rakutenci yang lebih dikenal dengan nama Prinsenpark alias Lokasari (di masa kini) memang selalu jadi tempat hiburan.

Pada masa Jepang, dunia perfilman Indonesia mati karena semua perusahaan film ditutup. Film hanya digunakan untuk propaganda. Seniman film pun kembali ke akar, tonil atau sandiwara yang naskahnya disensor ketat oleh Sendenbu (Badan Propaganda).

Petikan cerpen di atas diambil dari buku cerpen berjudul 'Pasar Malam Zaman Jepang' dari buku  Dari Ave Maria Ke Jalan Lain ke Roma yang terbit pertama kali tahun 1948 di bawah bendera Balai Pustaka. Buku itu adalah satu dari delapan karya sastra klasik seri Indonesia Cultural Heritage edisi premium, hanya dicetak sebanyak 3.000 paket seharga Rp 2.150.000/paket.

Tujuh karya sastra klasik lainnya adalah Azab dan Sengsara (Merari Siregar, 1920); Salah Pilih  (Nur Sutan Iskandar, 1928); Sitti Nurbaya (Marah Rusli, 1920); Layar Terkembang (St Takdir Alisjahbana, 1936); Atheis (Achdiat K Mihardja, 1949); Salah Asuhan (Abdoel Moeis, 1928); Habis Gelap Terbitlah Terang (RA Kartini) terjemahan Armijn Pane (1938). Penerbitan buku klasik ini tak lain dalam rangka pelestarian budaya, terlebih nilai budaya.

Kiprah Balai Pustaka dan perjalanan sastra klasik Indonesia, dimulai awal abad 20. Karya sastra yang biasanya muncul dalam nada antipenjajahan itu sudah sering terbit di surat kabar dan majalah. Kebanyakan adalah karya sastra orang-orang Tionghoa peranakan yang ditulis dalam bahasa Melayu Tionghoa dan Melayu Pasar atau disebut Melayu Rendah. Pemerintah Hindia Belanda menilai tulisan yang beredar di media cetak itu tak lain hanyalah bacaan liar yang berbahasa rendah dan bertentangan dengan politik kolonial.

Melihat kenyataan ini, pemerintah Hindia Belanda memutuskan untuk menerbitkan bacaan yang layak bagi kaum pribumi. Berdasarkan keputusan Departement van Onderwijs en Eeredienst No 12, maka pada 14 September 1908 dibentuklah Commissie voor de Inlandsche School en Volkslectuur (Komisi Bacaan Rakyat - KBR). Komisi ini beranggotakan enam orang dengan ketua G A J Hazeu dan bertugas memilih bacaan yang sesuai untuk rakyat Hindia Belanda.

Dari hanya menerbitkan bacaan ringan, KBR berkembang dengan menyediakan buku cerita rakyat, hikayat, dongeng, hingga buku-buku terjemahan novel berbahasa Belanda, Inggris, Perancis, Jerman, juga Arab. Buku-buku tentang Islam seperti Masdjid dan Makam Doenia Islam pun diterbitkan KBR.

Terbitnya novel-novel barat dalam bahasa Melayu punya pengaruh besar pada penulis pribumi. Alhasil karya-karya lokal mulai menggunakan gaya penulisan barat. Salah satu roman yang menonjol saat itu adalah roman Sunda berjudul Baroeang Ka Noe Ngararo (Racun Bagi Kaum Muda) karya D K Ardiwinata tahun 1914. Setelah itu berbagai buku tentang ketrampilan, pertanian, tanaman, teknik, pendidikan, dan kesehatan pun muncul.

Semua buku terbitan KBR menggunakan bahasa baku yang menggunakan ejaan van Ophuijsen (perancang ejaan bahasa Melayu tahun 1901). Bahasa itulah yang digunakan di sekolah Melayu dan dianggap sebagai bahasa Melayu Tinggi karena tata bahasanya ditetapkan oleh para ahli bahasa.

Ketika jumlah penerbitan makin membengkak, dan perlu tambahan sumber daya manusia, pemerintah Belanda kemudian mengembangkan KBR menjadi institusi tersendiri.

Maka keluarkah keputusan No 63 tanggal 22 September 1917 tentang Pembentukan Kantoor voor de Volkslectuur yang dipimpin oleh Hoofdambtenaar, seorang kepala kantor, bernama DA Rinkes. Lembaga inilah yang kemudian kita kenal sebagai Balai Poestaka. Dalam enam tahun pertama, KBR sudah menerbitkan 153 judul buku.

(tim adangdaradjatun.com/kompas)


AddThis
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
Masukkan Kode Anti-Spam yang ada pada Gambar di Atas Pada Kolom Kosong Di Sampingnya

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 

Berita

Adang Daradjatun Mengikuti Rapat Paripurna Pengesahan Anggota LPSK

Selasa, 7 Februari 2012

News image

Jakarta – Adang Daradjatun mengikuti Rapat Paripurna Pengesahan Anggota LPSK di Gedung DPR RI hari ini (7/2/2012). Rapat ini di pimpin oleh Pimpinan dewan Priyo Budi Santosa  yang membahas b...

Adang Daradjatun Hadiri Rapat Dengar Pendapat Umum di Komisi III DPR RI

Senin, 6 Februari 2012

News image

Jakarta – Adang Daradjatun serius mengikuti rapat dengar pendapat umum Anggota Komisi III DPR RI hari ini (06/02/2012) yang dipimpin wakil Ketua Komisi III DPR RI Azis Syamsudin.Ada empat e...

Adang Daradjatun Menghadiri Rapat Panitia Kerja RUU Penanganan Konflik Sosial

Jumat, 3 Februari 2012

News image

Bogor -  Drs. H Adang Daradjatun menghadiri rapat Panja  pansus RUU Penanganan Konflik Sosial tanggal 1-3 Februari 2012 di wisma Kopo DPR RI, Cisarua Bogor....

Komisi III DPR Ri Raker dengan Kapolri

Jumat, 3 Februari 2012

News image

Jakarta - Komisi III DPR dan Kapolri menggelar rapat kerja dengan Kapolri Jenderal Timur Pradopo di gedung DPR, Jakarta, Rabu (1/2/2012). Rapat kerja ini membahas kerusuhan di b...

Rapat Kerja Nasional PB PABBSI Untuk Kelanjutan Prestasi

Kamis, 26 Januari 2012

News image

Jakarta – Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Angkat Berat dan Binaraga Se-Indonesia (PB PABBSI) mengadakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas 2011) di Hotel Kaisar Duren Tiga Jakarta kemarin (25/1/2012) dengan T...

Donor Darah PDDI, Relawan Oranye dan Republika di Masjid At Tin

Sabtu, 31 Desember 2011

News image

Jakarta - Ketua Perhimpunan Donor Darah Seluruh Indonesia (PDDI) Adang Daradjatun menghadiri acara donor darah pada acara Dzikir Nasional Republika di Masjid At Tin Jakarta Timur hari ini (31/12/2011). Acara ...

Silaturahmi dan menyerap aspirasi masyarakat Jakarta Barat

Jumat, 23 Desember 2011

News image

Jakarta - Bertempat di Gedung Perkumpulan Sosial Chiu Ling Thong Siang Hwee RT 03/03 Kelurahan Pekojan, Kec. Tambora Jakarta Barat, Adang Daradjatun, anggota DPR-RI komisi III frak...

Silaturahmi dan serap Aspirasi masyarakat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu

Rabu, 21 Desember 2011

News image

Jakarta – Adang Daradjatun mengadakan silaturahmi dan menyerap aspirasi masyarakat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu dilaksanakan di Restoran bumbu desa Kelapa Gading Jakarta Utara 21 Desember 2011...

Adang Daradjatun Memberikan Santunan Anak Yatim di Cilincing

Minggu, 18 Desember 2011

News image

 Jakarta - Anak-anak Kelurahan Cilincing beserta orang tuanya memenuhi aula masjid Nur Daradjatun pagi ini, juga murid TK Anggrek Merah dan warga yang ada di rumah susun Marunda. Me...

PT KAI Beri Penghargaan kepada Atlet PABBSI Peraih Medali Sea Games XXVI 2011

Selasa, 6 Desember 2011

News image

Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (persero) sebagai BUMN yang membina dan menjadi Bapak asuh cabang olah raga PABBSI (Persatuan Angkat Berat, Binaraga, Angkat Besi seluruh Indo...

Hari Pertama, Angkat Besi sumbangkan 3 Emas untuk Indonesia

Sabtu, 19 November 2011

News image

Palembang - Lifter Eko Yuli Irawan dan Triyatno jadi bintang pada hari pertama pertandingan cabang angkat besi SEA Games XXVI di Gedung Dempo Jakabaring Sport Centre Palembang, Jumat (18/11). Keduanya ...

Sebanyak 80 lifter mengikuti cabang Angkat Besi

Jumat, 18 November 2011

News image

Palembang - Sebanyak 80 lifter dari sembilan negara di Asia Tenggara mengikuti SEA Games 2011 yang diselenggarakan di Palembang, mulai Jumat (18/11). Dalam ...

Pelantikan Pengurus Pusat BAMMUS Sunda

Senin, 7 November 2011

News image

Bandung - Pelantikan pengurus Badan Musyawarah Masyarakat (Bamus) Sunda periode 2011 - 2014 di Graha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jln. Dipati Ukur Bandung, Sabtu (5/11). Dalam acara ters...

Adang Daradjatun Silaturahmi dan Serap Aspirasi masyarakat Jakarta Barat

Sabtu, 5 November 2011

News image

Jakarta - Adang Daradjatun kembali melakukan silaturahmi dan menyerap aspirasi masyarakat Jakarta Barat yang dilakukan di Saung Akmal Kresek Kalideres hari Kamis (3/11/2011). Hadir dalam acara ini ...

Adang Daradjatun Silaturahmi dan Menyerap Aspirasi Masyarakat Jakarta Utara

Jumat, 4 November 2011

News image

Jakarta - Silaturahmi dan menyerap Aspirasi Masyarakat Jakarta Utara bersama bpk Drs. Adang Daradjatun, anggota DPR RI Komisi III, Fraksi PKS bertempat di Kecamatan Koja Jakarta Utara hari (2/11/2011). ...