Museum Polri, Mengenang Sejarah dan Perjuangan Hingga Kini PDF Cetak E-mail
Nusantara
Senin, 21 September 2009 11:46

Jakarta - Untuk mengenang sejarah dan mendalami tentang kepolisian Indonesia, Polri mendirikan sebuah musem yang dinamakan Muem Polri. Letak museum ini ada di Jl. Trunojoyo No. 3 Kebayoran Baru - Jakarta Selatan.

Ide pembangunan Museum Polri dicetuskan oleh Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri dengan tujuan melestarikan nilai-nilai kesejarahan Kepolisian Negara Republik Indonesia dan pewarisannya kepada generasi mendatang. Polisi Indonesia adalah polisi pejuang sejak dicetuskannya Proklamasi Kemerdekaan RI. Deklarasi Polisi Istimewa di Surabaya tak lama setelah proklamasi kemerdekaan dilanjutkan dengan konsolidasi organisasi kepolisian yang bersifat nasional pada 1 Juli 1946 oleh Kepala Kepolisian Negara Jenderal Polisi R.S. Soekanto menjadi dasar keunikan sejarah Kepolisian Negara Republik Indonesia dibanding institusi kepolisian negara-negara lain.
    
Bagaimanapun, tema kesejarahan tersebut disusun dalam sebuah sudut pandang yang menyajikan tema besar tentang upaya POLRI dalam menyelenggarakan keamanan dan ketertiban serta dinamika internal-eksternal yang mempengaruhi sosok lembaga kepolisian RI. Melalui Museum Polri, diharapkan muncul gambaran tentang watak kelembagaan POLRI yang semakin modern, profesional, dan mandiri sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman.
    
Landasan pemikiran inilah yang menjadikan inisiatif pem- bangunan Museum Polri memiliki nilai strategis. Pertama, Museum Polri menjadi instrumen yang menunjukkan posisi dan peran Polri dalam perkembangan sejarah masyarakat Indonesia. Ekspresi kesejarahan tersebut menjadi dasar pembentukan ligitimasi Polri sebagai lembaga yang dibentuk untuk melindungi, melayani, dan mengayomi masyarakat Indonesia. Tidak dapat disangkal Kepolisian Negara Republik Indonesia lahir seiring dengan dinamika perjuangan membangun negara, menjaga keutuhan wilayah RI dari perpecahan dan sisa-sisa pemberontakan separatisme dekade 1950-an, dan di samping perannya sebagai pejuang (kombatan) dalam proses kelahiran negara baru, tetap memiliki peran utaman dalam menjaga dan melindungi masyarakat dari berbagai bentuk kejahatan yang muncul sesuai permasalahan zamannya.
              
Kedua, Museum Polri menjadi cermin yang menampilkan seluruh kiprah dan kinerja segenap anggota kepolisian RI, mulai dari tingkat paling bawah sampai pimpinan tertinggi, mulai dari ibukota sampai ke pelosok-pelosok terpencil, dan mulai dari mereka yang bekerja di jalan raya sampai mereka yang memanfaatkan teknologi mutakhir dalam melindungi masyarakat dari ancaman kejahatan, penipuan, narkotika, kekerasan, dan teror. Museum Polri memiliki arti strategis membangun kesadaran korps (esprit de corps) dan solidaritas kolektif anggota kepolisian RI tentang peran masing-masing jajaran kepolisian dan arti penting mereka dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.

Ketiga, Museum Polri pada akhirnya memiliki peran vital sebagai alat pembelajaran bagi seluruh jajaran anggota kepolisian RI tentang peran dan fungsi mereka di tengah masyarakat Indonesia. Informasi yang ditampilkan dalam Museum Polri menunjukkan kepada setiap anggota tentang bagaimana profesi mereka sebagai anggota kepolisian seharusnya dilakukan. Juga dituangkan bagaimana tradisi kepemimpinan secara spesifik lahir di dalam lembaga kepolisian seperti dicontohkan oleh mereka yang telah menjalankan tugas memimpin lembaga kepolisian RI. Dalam kaitan ini, terdapat ruang bersama untuk saling belajar bagi anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia terhadap rekan-rekan kolega mereka yang menjalankan tugas di dalam situasi dan konteks sosial, budaya, ekonomi, dan politik yang beragam di dalam masyarakat Indonesia yang plural.

Keempat, pembangunan Museum Polri diletakkan di atas dasar acuan kekayaan sejarah Kepolisian Negara Republik Indonesia yang beragam dari segi geografi dan pengalaman kesejarahan masing-masing wilayah. Di samping karakternya yang bersifat nasional, museum ini dirancang untuk menampung informasi 'lokal' dari masing-masing daerah yang berkait dengan sejarah kepolisian. Dengan demikian, Museum Polri menyajikan keunikan pengalaman sejarah masing-masing wilayah Kepolisian Negara Republik Indonesia lengkap dengan simbol-simbol kelembagaan, monumen dan situs-situs sejarah, serta cerita mengenai tokoh penting kepolisian di masing-masing wilayah sebagai gambaran masyarakat Indonesia yang bhinneka tunggal ika.

Kelima, Museum Polri pada akhirnya adalah sebuah karya dan sumbangan institusi kepolisian RI kepada masyarakat umum dengan menjadikannya sebagai ruang publik baru yang memperkaya pengalaman sehari-hari masyarakat Indonesia (khususnya yang tinggal di Jakarta atau berkesempatan mengunjungi ibukota). Museum Polri dirancang untuk menjadi bagian integral kehidupan sehari-hari masyarakat, berbaur dengan kesibukan perkantoran, perdagangan, dan hal-hal yang terjadi dalam kehidupan manusia di sekitar lingkungan museum. Melalui Museum Polri, setiap anggota masyarakat dapat belajar tentang sejarah masa lalu mereka, dan pada saat yang sama dapat menikmati karya seni yang ditampilkan di-
    
Museum Polri, menghadiri acara-acara pameran, atau bahkan sekadar menjadi tempat singgah di waktu luang mereka dan berdiskusi tentang tema-tema aktual dalam masyarakat. Dengan demikian, Museum Polri akan menjadi salah satu pusat kebudayaan yang memperkaya kehidupan masyarakat.

Dengan memperhatikan lima faktor di atas, pada akhirnya Museum Polri adalah perwujudan salah satu strategi baru Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam menempatkan sosok institusi kepolisian dalam masyarakat Indonesia --sosok yang mampu berubah namun pada saat yang sama juga memiliki sejarah yang panjang.


AddThis
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
Masukkan Kode Anti-Spam yang ada pada Gambar di Atas Pada Kolom Kosong Di Sampingnya

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 

Berita

Raker Kementerian BUMN Dengan Komisi VI

Kamis, 13 Juli 2017

News image

Pada hari Kamis, 13 Juli 2017, Komisi VI mengadakan Rapat Kerja (Raker) dengan Kementerian BUMN. Dikarenakan Menteri BUMN masih tidak dapat menghadiri rapat-rapat di DPR RI, maka tugas menteri BUMN se...

RDP Komisi VI Dengan BPKM

Selasa, 11 Juli 2017

News image

Pada hari selasa, tanggal 11 Juli 2017 Bpk. Drs. H. Adang Daradjatun bersama Komisi VI DPR RI mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang dip...

Komjen Pol (P) Adang Daradjatun Dzikir dan Doa bersama dala HUT POLRI 71 di Mabe

Sabtu, 1 Juli 2017

News image

Komjen Pol ( P ) Drs Adang Daradjatun menghadiri Dzikir dan Doa bersama sebagai bagian dari rangkaian acara HUT POLRI ke 71 di Mabes Polri....

Drs H Adang Daradjatun dan Keluarga Melaksanakan Shalat Idul Fitri 1438 H

Minggu, 25 Juni 2017

News image

Drs H Adang Daradjatun dan Keluarga Melaksanakan Shalat Idul Fitri 1438 H. dengan masyarakat sekitar Cipete Jakarta Selatan (25 Juni ...

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H

Sabtu, 24 Juni 2017

News image

Segenap Keluarga Besar Komjen Pol (P). Drs. H. Adang Daradjatun Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H Mohon Maaf Lahir dan ...

Bpk Adang Daradjatun Buka Bersama Anak Yatim

Rabu, 21 Juni 2017

News image

Bpk Adang Daradjatun buka puasa bersama anak anak yatim piatu di ...

Kunjungan Ke Daerah Pemilihan – Jakarta Utara & Kepulauan Seribu

Sabtu, 10 Juni 2017

News image

Pada hari Sabtu, 10 Juni 2017, bertempat di Hotel D’Arcici, Sunter Jakarta Barat, Bpk. Drs. H Adang Daradjatun menyelenggarakan acara Kunjungan Daerah Pemilihan dengan Acara “Silaturahmi dan Buka Puasa dengan Pe...

Raker dengan Menteri Perdagangan RI

Senin, 5 Juni 2017

News image

Pada hari Senin, 05 Juni 2017, pukul 10.00 WIB, Komisi VI DPR RI mengadakan rapat kerja dengan Menteri Perdagangan, Bapak Drs. Enggartiasto Lukita, dengan agenda utama penyampaian jawaban Menteri Perdagangan at...

Rapat Kerja Komisi VI bersama Menteri Perdagangan RI

Senin, 5 Juni 2017

News image

Rapat Kerja bersama Menteri Dalam Negeri dibuka jam 11.23 WIB oleh Teguh Juwarno, rapat akan membahas Protocol Amending the Marrakesh Agreement Establishing the WTO.. Menteri perdagangan Enggar menjelaskan bahwa kehadiran WTO be...

Kunjungan Kerja DPR RI ke Republik Federal Jerman

Sabtu, 27 Mei 2017

News image

DPR baik secara kelembagaan maupun perorangan, dalam konteks diplomasi internasional yang tertuang dalam peraturan DPR RI tentang Tata Tertib Pasal 219 tentang peran/fungsi diplomasi parlemen, memiliki peran untuk turut ser...

Donor Darah Bertepatan dengan Milad Bapak Adang ke-68

Sabtu, 13 Mei 2017

News image

Jakarta – Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) menyelenggarakan kegiatan donor darah bersama PMI DKI Jakarta dan keluarga Universitas Mercu Buana, Sabtu (13/5). Kegiatan ini menjadi berkesan dikarenakan bertepatan pula dengan mo...

Perhimpunan Kebayaku; Cinta Kebaya Nusantara

Rabu, 10 Mei 2017

News image

Koran Sindo dan Sindonews menjadi media yang berkomitmen untuk melestarikan warisan budaya Indonesia. Salah satunya lewat event Cinta Kebaya Nusantara sebagai bagian dari peringatan Hari Kartini yang jatuh pada 21 Ap...

Sosialisasi Koperasi dan KUR pada Masa Reses Bersama Bapak Adang Daradjatun

Minggu, 7 Mei 2017

News image

Jakarta Utara – Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKS Drs. H Adang Daradjatun melakukan reses di daerah pemilihan (dapil) Jakarta Utara pada tanggal 7 Mei 2017 di Cilincing. Pa...

Senam Remaja Kebayoran 60an pada 7 Mei 2017

Minggu, 7 Mei 2017

News image

  Komjen Pol (P) Drs. H. Adang Daradjatun sebagai Ketua Remaja Kebayoran 60an (RK60) mengikuti senam pagi bersama anggota RK60 di Taman langsat Barito Kebayoran Baru Jakarta Selatan pada Minggu Pagi, 7 ...

Kunjungan Perseorangan ke Daerah Pemilihan, Bang Adang Gandeng BRI Sosialisasika

Sabtu, 6 Mei 2017

News image

Adangdaradjatun.com, Jakarta (Sabtu, 6 Mei 2017) – Drs. H. Adang Daradjatun atau yang akrab disapa Bang Adang, melakukan Kunjungan Perseorangan ke Daerah Pemilihan di Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Pada kesempatan te...