Bedug Dandang, Pesta Sambut Ramadan di Kudus PDF Cetak E-mail
Nusantara
Selasa, 25 Agustus 2009 00:00
Kudus - Jalan-jalan ke beberapa kota kecil di Jawa Tengah, mengingatkan kembali ke masa lalu. Perjalanan ini mungkin bisa dibilang tanpa rencana cukup. Dapat kabar dari keluarga kampung halaman, sore hari langsung tancap gas. Pesan tiket keberangkatan di sore hari, pagi harinya sudah sampai di rumah.

Perjalanan ini cukup istimewa, mengingat hari ini adalah ujung bulan Sya'ban. Artinya, dalam hitungan jari, bulan Ramadhan menyambut kami.

Tepatnya di Kudus, dimana saya pernah dibesarkan, ada suasana yang tak pernah hilang seperti dahulu ketika masih kanak-kanak. Persisnya, suasana adat daerah menyambut bulan suci penuh berkah semakin meriah di tengah hiruk-pikuk modernisasi pembangunan yang mulai menyebar ke seantero kota kretek ini. 

Kalau di Semarang ada pesta menyambut ramadhan disebut Dugderan, atau di Solo ada acara ruwahan, di Kudus ramai orang berkunjung ke sekitar Menara. Di sanalah pesta menyambut ramadhan berlangsung. Namanya Bedug Dandang. Kebetulan rumah saya hanya berjarak sekitar 200 meter dari Masjid Menara Kudus, jadi Bedug Dandang adalah pesta adat yang cukup saya kenal secara baik dan mendalam semasa kanak-kanak.

Bedug dandang awalnya adalah upacara pengumuman dari Sunan Kudus bernama Ja'far Shodiq kepada masyarakat sekitar. Di sana diumumkan kapan awal Ramadhan akan dimulai. Karena pengumuman ini bersifat penting, orang-orang yang ada di sekitar karesidenan Kudus yang meliputi kota Kudus, Jepara, Demak, Pati hingga Rembang banyak berkumpul dan mendengar langsung pengumuman ini di Masjid Menara Kudus.

Di masa dulu, untuk mengumpulkan orang banyak cukup dipukul tetabuhan. Di antara tetabuhan yang nyaring adalah dandang, sejenis alat masak yang biasa digunakan oleh para ibu-ibu. Alat ini terbuat dari aluminium atau seng. Dan jika ditabuh, nyaring suaranya cukup menjangkau jauh. Karena alat ini sering dipakai untuk mengumpulkan orang-orang di hari menjelang ramadhan, dinamakankanlah peristiwa pengumuman itu sebagai Bedug Dandang sebagai pertanda akan disiarkan pengumuman penting langsung dari Sunan Kudus.

Lambat laun, dari tahun ke tahun, pengumuman ini semakin menarik perhatian orang banyak. Hingga akhirnya, berkumpullah ratusan orang hanya untuk mendengar wejangan dan petuah dari Sunan Kudus akan datangnya bulan puasa esok hari.

Bagi para pengusaha, ramainya orang berkumpul menjadi magnet bisnis yang cukup menggiurkan. Sedikit demi sedikit, dari tahun ke tahun orang yang datang tidak saja untuk kepentingan mendengar pengumuman itu saja, tetapi juga mendatangkan para saudagar kecil untuk sekedar menggelar dagangan sederhana. Karena yang datang tidak saja orang tua, tetapi juga anak-anak mereka, jualan yang ada juga bermacam-macam, dari sekedar kerajinan tangan hingga mainan anak-anak. 

Keramaian ini mencapai 3 Km dari radius pusat Masjid Menara Kudus sepanjang jalan Sunan Kudus. Ke Barat (menuju Jepara) ia mencapai pasar Jember, Ke Utara hingga perempatan Sucen, ke Selatan berbatas dengan Perempatan Majapahit dan Ke Timur melewati alun-alun dan hingga mendekati Pasar Kliwon.

Karena banyak orang yang datang dan silih berganti dari berbagai kota ke area pesta rakyat ini, orang sekitar pun menyebut Bedug Dandang ini dengan "Dandangan", yang bisa diartikan dengan jalan-jalan di area Bedug Dandang. 

Melihat yang berdagang mulai menyebar tanpa aturan di sekitar area Masjid Menara Kudus ini, pemerintah Kudus berinisiatif mengaturnya. Lapak-lapak daganganpun diatur. Mungkin karena melihat ini sebagai bisnis yang menggiurkan, pemerintah pun menarik pungutan kepada para pedagang. Pada beberapa tahun ke belakang, pungutan semakin diperlebar hingga pengunjung pun juga ditarik juga.

Area Dipindah, Pengunjung pun Surut
Pada saat Pemerintah Kabupaten Kudus sedang asik dengan pembangunan dan slogan kebersihan dan kerapihan, Bupati berinisitif memindahkan area lokasi Bedug Dandang ini ke GOR dan sekitarnya. Kira-kira, dari berjarak 5 Km dari Masjid Menara Kudus. Namun sayangnya, para pengamat budaya dan para orang tua yang tahu betul fungsi dari Bedug Dandang ini hanya berkeluh, menyayangkan sikap Bupati yang tak peduli asal muasal pesta budaya rakyat ini lahir. Dan benar adanya, para pengunjung pun surut. Bahkan bisa dibilang menurun drastis.

Akhirnya, tahun berikutnya Bedug Dandang dipindah kembali ke tempat asalnya. Bedug Dandang pun ramai kembali. Demi menjaga keramaian dan kerapihan, serta tidak memacetkan pusat kota, area Bedug Dandang dibatasi hingga radius 1 Km dari Masjid Menara, atau persis berhenti di mulut alun-alun kota Kudus. Sementara ke Barat dibatasi hingga perempatan Jember.

Setelah lebih dari tiga belas tahun tidak menikmati Bedug Dandang di Kudus, ada banyak yang berubah dari pesta acara ini. Jika yang dulu datang ke sini mereka banyak yang memakai sandal dan sarung karena memang tempat ini adalah lokasi pesantren dan santri, kini para pengunjung banyak yang bergaya anak muda jaman sekarang: celana jins, baju terbaru hingga bau wewangian para muda mudi yang ingin mejeng.

Yang tidak berubah dan menjadi ciri khas jualan Bedug Dandang bagi saya adalah alat masak anak-anak yang terbuat dari tanah liat yang dibuat kecil dan memang untuk mainan masak-memasak anak seumuran 3 hingga 8 tahun. Mainan inilah yang kemarin aku hadiahkan untuk anakku yang baru berusia 3 tahun, daripada boneka elektronik yang bisa didapat di banyak tempat.

Selamat Datang Bulan Ramadhan di Kota Kudus, Selamat menjalankan ibadah Puasa.
 
(tim adangdaradjatun.com/ilham) 

AddThis
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
Masukkan Kode Anti-Spam yang ada pada Gambar di Atas Pada Kolom Kosong Di Sampingnya

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 

Berita

Adang Daradjatun Mengikuti Rapat Paripurna Pengesahan Anggota LPSK

Selasa, 7 Februari 2012

News image

Jakarta – Adang Daradjatun mengikuti Rapat Paripurna Pengesahan Anggota LPSK di Gedung DPR RI hari ini (7/2/2012). Rapat ini di pimpin oleh Pimpinan dewan Priyo Budi Santosa  yang membahas b...

Adang Daradjatun Hadiri Rapat Dengar Pendapat Umum di Komisi III DPR RI

Senin, 6 Februari 2012

News image

Jakarta – Adang Daradjatun serius mengikuti rapat dengar pendapat umum Anggota Komisi III DPR RI hari ini (06/02/2012) yang dipimpin wakil Ketua Komisi III DPR RI Azis Syamsudin.Ada empat e...

Adang Daradjatun Menghadiri Rapat Panitia Kerja RUU Penanganan Konflik Sosial

Jumat, 3 Februari 2012

News image

Bogor -  Drs. H Adang Daradjatun menghadiri rapat Panja  pansus RUU Penanganan Konflik Sosial tanggal 1-3 Februari 2012 di wisma Kopo DPR RI, Cisarua Bogor....

Komisi III DPR Ri Raker dengan Kapolri

Jumat, 3 Februari 2012

News image

Jakarta - Komisi III DPR dan Kapolri menggelar rapat kerja dengan Kapolri Jenderal Timur Pradopo di gedung DPR, Jakarta, Rabu (1/2/2012). Rapat kerja ini membahas kerusuhan di b...

Rapat Kerja Nasional PB PABBSI Untuk Kelanjutan Prestasi

Kamis, 26 Januari 2012

News image

Jakarta – Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Angkat Berat dan Binaraga Se-Indonesia (PB PABBSI) mengadakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas 2011) di Hotel Kaisar Duren Tiga Jakarta kemarin (25/1/2012) dengan T...

Donor Darah PDDI, Relawan Oranye dan Republika di Masjid At Tin

Sabtu, 31 Desember 2011

News image

Jakarta - Ketua Perhimpunan Donor Darah Seluruh Indonesia (PDDI) Adang Daradjatun menghadiri acara donor darah pada acara Dzikir Nasional Republika di Masjid At Tin Jakarta Timur hari ini (31/12/2011). Acara ...

Silaturahmi dan menyerap aspirasi masyarakat Jakarta Barat

Jumat, 23 Desember 2011

News image

Jakarta - Bertempat di Gedung Perkumpulan Sosial Chiu Ling Thong Siang Hwee RT 03/03 Kelurahan Pekojan, Kec. Tambora Jakarta Barat, Adang Daradjatun, anggota DPR-RI komisi III frak...

Silaturahmi dan serap Aspirasi masyarakat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu

Rabu, 21 Desember 2011

News image

Jakarta – Adang Daradjatun mengadakan silaturahmi dan menyerap aspirasi masyarakat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu dilaksanakan di Restoran bumbu desa Kelapa Gading Jakarta Utara 21 Desember 2011...

Adang Daradjatun Memberikan Santunan Anak Yatim di Cilincing

Minggu, 18 Desember 2011

News image

 Jakarta - Anak-anak Kelurahan Cilincing beserta orang tuanya memenuhi aula masjid Nur Daradjatun pagi ini, juga murid TK Anggrek Merah dan warga yang ada di rumah susun Marunda. Me...

PT KAI Beri Penghargaan kepada Atlet PABBSI Peraih Medali Sea Games XXVI 2011

Selasa, 6 Desember 2011

News image

Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (persero) sebagai BUMN yang membina dan menjadi Bapak asuh cabang olah raga PABBSI (Persatuan Angkat Berat, Binaraga, Angkat Besi seluruh Indo...

Hari Pertama, Angkat Besi sumbangkan 3 Emas untuk Indonesia

Sabtu, 19 November 2011

News image

Palembang - Lifter Eko Yuli Irawan dan Triyatno jadi bintang pada hari pertama pertandingan cabang angkat besi SEA Games XXVI di Gedung Dempo Jakabaring Sport Centre Palembang, Jumat (18/11). Keduanya ...

Sebanyak 80 lifter mengikuti cabang Angkat Besi

Jumat, 18 November 2011

News image

Palembang - Sebanyak 80 lifter dari sembilan negara di Asia Tenggara mengikuti SEA Games 2011 yang diselenggarakan di Palembang, mulai Jumat (18/11). Dalam ...

Pelantikan Pengurus Pusat BAMMUS Sunda

Senin, 7 November 2011

News image

Bandung - Pelantikan pengurus Badan Musyawarah Masyarakat (Bamus) Sunda periode 2011 - 2014 di Graha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jln. Dipati Ukur Bandung, Sabtu (5/11). Dalam acara ters...

Adang Daradjatun Silaturahmi dan Serap Aspirasi masyarakat Jakarta Barat

Sabtu, 5 November 2011

News image

Jakarta - Adang Daradjatun kembali melakukan silaturahmi dan menyerap aspirasi masyarakat Jakarta Barat yang dilakukan di Saung Akmal Kresek Kalideres hari Kamis (3/11/2011). Hadir dalam acara ini ...

Adang Daradjatun Silaturahmi dan Menyerap Aspirasi Masyarakat Jakarta Utara

Jumat, 4 November 2011

News image

Jakarta - Silaturahmi dan menyerap Aspirasi Masyarakat Jakarta Utara bersama bpk Drs. Adang Daradjatun, anggota DPR RI Komisi III, Fraksi PKS bertempat di Kecamatan Koja Jakarta Utara hari (2/11/2011). ...