Menuturkan Sejarah Lamongan Lewat Pawai Budaya PDF Cetak E-mail
Sosial Budaya
Rabu, 27 Mei 2009 18:53

 

JAKARTA - Menuturkan sejarah kota tidak harus dipaparkan lewat cerita lisan atau dengan bacaan. Pawai Budaya dalam perayaan Hari Jadi Lamongan ke-440 tahun menjadi sebuah sarana menuturkan sejarah Kabupaten Lamongan. Langkah ini merupakan bentuk kreasi seni sekaligus mengisahkan cikal bakal Lamongan tempo dulu. 

Drama kolosal yang dikemas dalam pawai budaya kali ini mengambil start di depan Pendodo Lokatantra Lamongan dibuka dengan drama tari yang menceritakan lintasan sejarah Lamongan. Drama tari ini dibawakan 80 mahasiswa asal Lamongan yang menempuh pendidikan di sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta Surabaya.

Tarian yang mengisahkan sejarah Kabupaten Lamongan terbagai dalam tiga babak utama, yakni era Kerajaan Majapahit, eraKerajaan Demak Bintoro hingga diwisudanya Rangga Hadi sebagai Adipati pertama Lamongan.

Babak pertama mengisahkan era Kerajaan Mjapahit di Lamongan yang ditandai dengan adanya Prasasti Bululuk (sekarang Bluluk). Prasasti itu menegaskan bahwa daerah yang bernama Bululuk adalah bumi mardikan. Di tanah atau bumi perdikan yang masyarakatnya dibe baskan dari tarikan pajak (upeti) oleh Kerajaan Majapahit.

Pada babak kedua beralih pada masa berkembangnya agama Islam di era Kerajaan Pajang hingga Kerajaan Demak Bintoro. Pada era inilah bangsa Portugis datang untuk menjajah Indonesia. Masa itu pecah perang melawan Kerajaan Demak Bintoro. Pada babak ini para penari menggambarkannya dengan Tari Kuntulan yang kental dengan budaya Islam dengan paduan suasana musik hadrah nan rancak.

Drama tari ditutup dengan babak diwisudanya Rangga Hadi, pemuda asal Dusun Cancing (Ngimbang) menjadi Adipati pertama Lamongan dengan dengan gelar Tumenggung Surajaya oleh Sunan Giri IV dari Mapel (Gresik). Pelantikan Rangga Hadi berlangsung pada 10 Dzulh ijah atau 26 Mei 1569 masehi bertepatan dengan Hari Idul Adha tersebut sebagai bagian dari strategi untuk menangkal masuknya Portugis.

Peserta pawai budaya kali ini dari 27 kecamatan di Lamongan dengan menampilkan 34 sajian budaya tersebut. Bupati Lamongan Masfuk dengan Wakil Bupati Tsalits Fahami Zaka serta Ketua DPRD Makin Abbas bersama isteri turut ambil bagian memeriahkan pawai. Mere ka berpakaian lengkap ala raja Jawa dan permaisuri. Sekretaris Kabupaten Lamongan Fadeli dan pejabat lainnya berpakaian adat khas Jawa Timuran lengkap.

Bupati Lamongan Masfuk sangat mengapresiasia pagelaran pawai budaya yang menampilkan berbagai kesenian yang bersumber dari nilai-nilai budaya lokal. Gelaran budaya seperti itu penting untuk perkembangan budaya lokal seiring dengan tumbunya wisata di Lamongan.

Masfuk berharap, budaya lokal yang ditampilkan mampu menarik animo generasi muda agar mampu mempertahankan dan mengembangkan budaya lokal Lamongan. Dimasa mendatang saya berharap akan muncul seni-seni baru dari budaya lokal Lamongan, katanya.

Sehari sebelumnya ada tiga prosesi sakral mewarnai puncak peringatan Hari Jadi Lamongan (HJL) ke- 440. Prosesi itu menyangkut pembukaan Selubung Lambang Daerah dan Pemasangan Oncer Sesanti Memayu Raharjaning Praja di gedung DPRD, Upacara HJL di alun-alun Kota Lamongan dan Penyemayaman Lambang Daerah di Pendopo Lokatantra.

Di gedung DPRD Lamongan, Ketua DPRD Lamongan Makin Abbas melakukan prosesi membuka selubung pataka lambang daerah dilanjutkan dengan Oncer Sesanti Memayu Raharjaning Praja lalu diserahkan kepada Bupati Lamongan Masfuk. Selanjutnya, Bupati, Wakil Bupati Ts alits Fahami dan Sekkab Fadeli bersama muspida berjalan kaki mengiringi Lambang Daerah menuju lapangan upacara alun-alun Kota Lamongan.

Masfuk menginginkan agar momentum peringatan Hari Jadi Lamongan ke-440 bisa memberi makna lebih, tidak hanya sebatas peringatan seremonial semata. Makna lain itu berarti membangkitkan rasa optimisme dan percaya diri dengan terus berusaha mengejawantahkann ya dan kerja keras dan doa. Kerja keras dan doa itulah sesungguhnya cikal bakal daerah ini dibangun, katanya.

Di usia Lamongan ke-440 tahun beberapa keberhasilan pemerintah bersama masyarakat telah diwujudkan. Di Lamongan penurunan angka kemiskinan tertinggi di Jawa Timur yakni mencapai 24,25 persen. Pendapatan perkapita masyarakat naik menjadi Rp 5,6 juta pada 2008. Meski demikian, sektor pembangunan infrastruktur seperti jalan poros desa tetap menjadi komitmen pemerintah untuk dituntaskan, paparnya.

Prosesi penyemayaman Lambang Daerah di Pendopo Lokatantra setempat ditandai dengan pelepasan Oncer Sesanti Memayu Raharjaning Praja dan penutupan selubung Lambang Daerah oleh Ketua DPRD. Sebelumnya, prosesi di pendopo diisi dengan pembacaan sejarah HJL ol eh sesepuh Lamongan Sudikno. Samangat Hari jadi Lamongan ke-440 diharapkan menjadi momentum kebangkitan ekonomi dan pencapaian kemajuan Lamongan secara menyeluruh, dan merata. Esensi akhirnya kesejahteraan masyarakat harus tetap dikedepankan. Selamat hari jadi ke-440. (tim adangdaradjatun.com/sumber kompas.com)


AddThis
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
Masukkan Kode Anti-Spam yang ada pada Gambar di Atas Pada Kolom Kosong Di Sampingnya

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 

Berita

Sosialisasi 4 Pilar dengan Masyarakat Kebon Jeruk Jakarta Barat

Minggu, 19 Februari 2017

News image

MPR RI terus berusaha menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan dan rasa nasionalisme sesuai semangat proklamasi kemerdekaan RI tahun 1945. Salah satunya dengan terus mensosialisasikan Empat Pilar MPR RI, yang terdiri atas : ...

Dengar Pendapat Dengan Masyarakat Jakarta Barat

Sabtu, 18 Februari 2017

News image

Pada hari Sabtu 18 February 2017, Bpk. Drs. H. Adang Daradjatun melaksanakan salah satu tugas sebagai Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat  untuk menyelenggarakan Acara Dengar Pendapat Dengan Masyarakat Kecamatan Grogol Petamburan, de...

RDP Dengan BKPM

Senin, 13 Februari 2017

News image

Pada hari Senin, 13 Februari 2017, Komisi VI DPR RI mengadakan Rapat Dengar Pendapat dengam Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia (BKPM) yang dikepalai Bpk. Thomas Trikasih Lembong. RDP kal...

Raker dengan Menteri Keuangan Perihal PP 72/2016

Rabu, 8 Februari 2017

News image

Pada tanggal 08 Februari 2017, Pukul 10.00 WIB, Bpk. Drs. H. Adang Daradjatun bersama dengan Komisi VI DPR RI menyelenggaran Rapat Kerja dengan Menteri Keuangan Ibu Sri Mulyani Indrawati, S.E...

Raker dengan Menteri Perdagangan

Senin, 6 Februari 2017

News image

  Pada hari Senin, 06 Februari 2017, pukul : 10.00WIB Komisi VI DPR RI Mengadakan Rapat Kerja dengan Menteri Perdagangan, Drs. Enggartiasto Lukita, dengan agenda pembahasan evaluasi realisasi APBN 2016 dan re...

POLRI Beri Masukan Baleg Tentang Kewenangan Penyidikan KPPU

Rabu, 18 Januari 2017

News image

Adangdaradjatun.com, Jakarta (Rabu, 18 Januari 2017) – Drs. H. Adang Daradjatun menghadiri Rapat Dengar Pendapat Badan Legislasi DPR RI agenda pemberian masukan atas RUU Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Ti...

Silaturahim Alumni Boedoet 67 pada Awal Tahun 2017

Jumat, 13 Januari 2017

News image

Drs. H. Adang Daradjatun melaksanakan Silaturahim dengan Alumni SMA 1 Boedi Oetomo Jakarta di kediaman Cipete Jakarta Selatan pada 13 Januari 2017. Beberapa teman alumni SMA 1 Boedoet hadir dalam kesempatan in...

Mengunjungi Mushalla Al-Barkah (Program Bina Lingkungan)

Senin, 26 Desember 2016

News image

Adangdaradjatun.com, Jakarta (Senin, 26 Desember 2016) – Di antara bangunan-bangunan yang tersusun rapat di Gang Al-Munawaroh, Tanah Baru, Cengkareng, berdiri kokoh sebuah Mushalla yang letaknya lebih tinggi dibandingkan bangunan-bangunan di se...

Serap Aspirasi dan Pasar Murah di Jakarta Utara

Jumat, 23 Desember 2016

News image

Seperti yang rutin dilakukan pada masa-masa reses sebelumnya, Bpk Drs. H. Adang Daradjatun selaku Anggota DPR RI, melaksanakan kunjungan ke salah satu daerah pemilihannya yaitu Jakarta Utara. Acara diadakan pada ha...

Isi Masa Reses, Bang Adang Gandeng BRI Bantu Masyarakat Dapatkan Modal

Kamis, 22 Desember 2016

News image

Adangdaradjatun.com, Jakarta (Kamis, 22 Desember 2016) – Dari berbagai masalah yang dialami oleh pengusaha-pengusaha kecil, masalah permodalan adalah masalah yang seringkali susah ditemukan jalan keluarnya. Berangkat dari permasalahan tersebut, Drs. H....

Temu Kangen 45 Tahun Prasetya Perwira AKABRI 71

Kamis, 8 Desember 2016

News image

Drs. H. Adang Daradjatun Menghadiri Temu Kangen 45 Tahun Prasetya Perwira AKABRI 1971 di DSTIK - PTIK, Jakarta Pada tanggal  8 Desember 2016. Hadir Dalam Kegiatan ini Para Perwira Akabri 71 yan...

Perhimpunan Kebayaku gelar Pesona Kebaya Nusantara

Rabu, 7 Desember 2016

News image

Untuk melestarikan budaya bangsa sekaligus menyambut Hari Ibu pada tanggal 22 Desember mendatang, Koran Sindo dan Sindonews.com bersama dengan Perhimpunan Kebayaku menggelar acara Pesona Kebaya Nusantara. Acara ini menampilkan berbagai ko...

Baleg Ajukan RUU Aparatur Sipil Negara sebagai RUU Inisiatif DPR

Kamis, 1 Desember 2016

News image

  Adangdaradjatun.com – DPR RI (Kamis, 1 Desember 2016) – Baleg (Badan Legislasi) DPR RI sepakat untuk mengajukan RUU Aparatur Sipil Negara sebagai RUU Inisiatif DPR. Kesepakatan ini dicapai setelah 10 ...

Acara Sosialisasi 4 Pilar di Jakarta Barat

Rabu, 30 November 2016

News image

Pada hari Selasa, Tanggal 30 November 2016, Bpk Drs H. Adang Daradjatun melaksanakan acara : “Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan dan Bernegara” yang kali ini diadakan di Gedung Pertemuan Citra III, Ke...

Baleg Sepakat Revisi UU Aparatur Sipil Negara

Selasa, 22 November 2016

News image

Adangdaradjatun.com, Jakarta (Selasa, 23 November 2016) – Drs. H. Adang Daradjatun selaku anggota Baleg (Badan Legislasi) DPR RI menghadiri Rapat Kerja Harmonisasi RUU Aparatur Sipil Negara. Dalam rapat ini, Baleg se...